stickyimage

http://ekspresionline.com/wp-content/uploads/2012/03/iklan-nduwur-dewe1.pnghttp://ekspresionline.com/wp-content/uploads/2012/03/iklan-nduwur-dewe2.pnghttp://ekspresionline.com/wp-content/uploads/2012/03/iklan-nduwur-dewe3.pnghttp://ekspresionline.com/wp-content/uploads/2012/03/iklan-nduwur-dewe11.pnghttp://ekspresionline.com/wp-content/uploads/2012/03/iklan-nduwur-dewe21.png

Kinerja Buruk BEM-FISE

BADAN Eksekutif Mahasiswa-Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (BEM-FISE) UNY sebenarnya adalah suatu wadah yang berfungsi untuk menampung aspirasi mahasiswa FISE (kini FIS). Akan tetapi kinerja yang terlihat sepanjang tahun kemarin sungguh memprihatinkan. Sepanjang tahun ajaran 2010-2011, banyak kalangan yang menilai BEM-FISE tak profesional. Mulai dari program–program kerja yang banyak tidak ketahui oleh teman-teman mahasiswa,  sampai pada perihal hal cukup ironis yang terjadi dalam rapat LPJ tanggal 24 Desember dan 27 Desember 2011 kemarin: banyak anggota yang ikut terlibat mengatur keuangan BEM yang sebenarnya adalah tugas dari bendahara BEM.

BEM-FISE UNY terkesan hanya mengembangkan kepentingan di luar kampus, baik itu di wilayah regional maupun nasional. BEM-FISE seolah tutup mata terhadap permasalahan kampus yang dinilai jauh lebih penting. Semisal masalah beasiswa yang dinilai beberapa kalangan tidak tepat sasaran. Lalu masalah PKL yang dahulu berjualan di depan kampus FE. Sebenarnya BEM punya andil yang penting dalam membangun peranan sosial mahasiswa karena BEM adalah wadah mahasiswa tanpa terkait kepentingan kelompok tertentu, maupun kepentingan individu.

Lebih lanjut lagi, bahwa BEM-FISE di akhir periode kerjanya masih punya dua masalah yang belum diselesaikan. Pertama adalah kasus balik badan pada display UKM yang hingga kini tidak ada pernyataan minta maaf apalagi pertanggungjawaban dari pihak BEM-FISE sebagai salah satu pihak perencana dan pengkoordinir insiden tersebut. Selanjutnya yaitu kasus pemilu mahasiswa di mana panitia yang selalu direkrut adalah para mahasiswa baru. Langkah ini dinilai kurang tepat karena para mahasiswa baru tersebut belum pernah terlibat atau belum berpengalaman pada kegiatan politik kampus. Akibatnya terdapat kesalahan yang cukup fatal, yaitu secara tidak langsung mengajarkan politik praktis pada mahasiswa tersebut. Nyatanya juga mahasiswa baru yang menjadi Panwaslu atau berada di KPU tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Buktinya jelas: tingkat golput pada pemilwa lalu sangat tinggi.

Kini, BEM yang baru telah terbentuk. Namanya pun berganti menjadi BEM-FIS saja sebab Fakultas Ekonomi telah memiliki kedaulatan ormawa-nya sendiri. Otomatis BEM-FIS mesti lebih fokus dan awas terhadap ruang lingkup yang lebih kecil. Mereka harus belajar dari pengalaman BEM terdahulu. Semoga BEM-FIS yang baru dapat menjalankan fungsinya dengan lebih baik lagi. Bukannya menjalankan fungsi yang keluar saja sembari melupakan fungsi utamanya, yaitu wadah aspirasi mahasiswa. (Joseph Sebastian Nazareno S)

128 days ago by in Opini. You can follow any responses to this entry through the | RSS feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
little bizzy website management services