Oleh: Taufik Nurhidayat
Apakah gelas-gelas mengenal dosa?
Gelas-gelas bagai bernyawa di sisi pembaringanku tiap malam.
Bisik berbisik hingga aku tak bermimpi.
Apa yang mereka sembunyikan?
Apa salahku?
Mungkinkah gelas-gelas merindukan pesta?
Taka da jawabnya. Tetap saja diam.
Kukira mereka protes atas sisa-sisa noda melekat pada kilaunya sucinya.
Aku berpura pejam mata tertidur pulas.
Dengar lirih-lirihnya nyanyian para gelas.
Lelaguan tentang keberantakan pemuda dan gelas-gelasnya.
Mengertilah aku.
Gelas-gelas ingin disucikan.
Maafkan aku wahai gelas-gelas.
Jogja, 17 Desember 2011

kalau gini urusannya harus beli Spond yang banyak sama pencuci gelas yang wangi ben gelas-gelas tidak terlantar lagi… bingung sama aku juga bingung dengan kondisi gelas-gelas yang hampir keluar masuk kamar mandi….
Ayo ngepostnya yang rapi….