Pementasan tersebut menceritakan bagaimana sepasang kakek-nenek yang telah menjalani hubungan romantikanya hingga mereka mampu mencapai peringatan ulang tahun emas pernikahan mereka. Cinta mereka nyaris hancur akibat kehadiran seorang janda teman dekat kakek bernama Nyonya Wenas, hingga menimbulkan kecemburuan luar biasa pada nenek. Novia, anak kedua dari pasangan kakek-nenek juga mengalami masalah yang sama. Namun, mereka berdua berusaha untuk menghibur anaknya bahwa semua akan baik-baik saja dan seolah-olah tidak ada masalah diantara mereka.
Pesan yang kita dapat dari pementasan tersebut bahwa hal apa saja dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin akibat dari prasangka atau kegelisahan. Semua tergantung bagaimana kita dalam menyikapi dan menghadapinya. “Cemburu itu suci. Hanya dengan modal itu kau mampu bercinta”, Begitulah kira-kira pemaknaan pentas teater tersebut. (Taufik Nurhidayat)

This is very attention-grabbing, You’re a very professional blogger. I have joined your feed and look forward to seeking extra of your wonderful post. Additionally, I’ve shared your website in my social networks
Keren, tapi cuma berapa kata ni?
pencahayaannya keren