Ungkapkan Perasaan dengan Gambar dan Tulisan

Himpunan Mahasiswa Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (Hima PPB) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)menyelenggarakan Pelatihan Konseling Teman Sebaya dan Keterampilan Teknik Bimbingan dan Konseling (10-11/11). Kegiatan yang dilaksanakan di ruang kuliah F01.200 FIP UNY memberikan berbagai materi terkait konseling teman sebaya dan teknik bimbingan dan konseling. Materi tersebut antara lain : pendampingan psikologi pada komunitas teman sebaya, cognitive behavioral therapy, bimbingan dan konseling karir, expressive drawing, dan expressive writing.

Minggu (11/11), seluruh peserta yang berasal dari program studi Bimbingan dan Konseling (BK) mendapat materi mengenai expressive drawing dan expressive writing. Saat expressive drawing, peserta tampak senang menggambar tentang masa lalu, keadaan diri saat sekarang, dan apa yang diharapkan di masa depan. “Menggambar adalah kegiatan yang disenangi siapapun dan tidak terbatasi usia,” ungkap Isti Yuni Purwanti, M.Pd., dosen BK yang menjadi pemateri dalam expressive drawing.

Pada materi expressive writing, antusiasme peserta tidak menurun. Mereka diberi kesempatan untuk memilih salah satu tipe expressive writing dan mencoba membuat tulisan untuk kemudian dibacakan secara acak. Tangis, haru, dan tepukan meriah mengiringi sesi membaca tulisan peserta yang dibimbing oleh Farida Harahap, M.Si.

“Begitu mengesankan. Tadi sampai nggak bisa berkata-kata. Kita bisa mengungkapkan perasaan yang lagi dirasakan,” kata salah satu peserta, Yeni. Yeni merupakan salah satu peserta yang terharu dan meneteskan airmata saat diberi kesempatan membaca tulisan yang ia tujukan untuk ibunya.

Kegiatan yang dilangsungkan selama 2 hari tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada mahasiswa BK terkait materi yang didapatkan dari perkuliahan. Hamzah selaku Ketua Panitia mengungkapkan, “Kita mewadahi kawan-kawan mahasiswa BK untuk mempraktekkan teori yang telah dijalani dalam perkuliahan”.

Harapannya, apa yang didapatkan selama pelatihan akan menjadi bekal peserta untuk memberikan layanan BK. Hal tersebut sejalan dengan ungkapan Yeni. “Kalau ada kesempatan pakai teknik itu, misal saat PPL nanti, akan aku coba,” imbuhnya. (Rima Sekarani I.N./Jurnalis EKSPRESI)

FacebookTwitterGoogle+