Home » Berita » Lingkup Jogja » Merasa Sakit Hati, Mahasiswa UGM Keluar Barisan

Merasa Sakit Hati, Mahasiswa UGM Keluar Barisan

Jumat (20/03), Mahasiswa keluar dari barisan solidaritas Rembang akibat tulisan pada rontek yang dinilai provokatif.

Presiden mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM), Satria Triputra, mengaku keluar dari barisan Aliansi Mahasiswa Jogja Peduli Rembang pada Jumat lalu (20/03) lantaran sakit hati. “Saya sebagai mahasiswa UGM merasa sakit hati dengan adanya propaganda-propaganda seperti itu,” ungkapnya pada saat audiensi di Rektorat UGM.

Hal tersebut disebabkan teriak-teriakan menuntut UGM yang terdengar dalam demo dan rontek yang bertuliskan: UGM Penjilat Pantat Semen, UGM Universitas Golek Money, Semen Menang UGM diganyang, UGM Kampus Gila Mafia dan sebagainya.

Menurut Satria, propaganda dalam demonstrasi Solidaritas Rembang dirasa sangat provokatif dan tidak pantas ditampilkan di UGM. “Awalnya kami bergabung di sana dan pada akhirnya kami keluar dari barisan,” tambahnya ketika menceritakan kronologi demonstrasi di depan pihak rektorat UGM.

Sedangkan menurut Dwi Cipta, ketika ditemui pada senin (23/03), selaku aktivis peduli Rembang yang pernah mengenyam pendidikan di UGM mengatakan, “Pernyataan mahasiswa itu bisa disebut sebagai rasa cinta dia terhadap UGM, hanya saja itu berlebihan,” Menurutnya, presiden mahasiswa UGM harus mengambil peran paling depan untuk mengkritik UGM sekeras-kerasnya sebagai bentuk rasa cinta terhadap kampus mereka sendiri.

Kampus UGM, masih menurut Dwi, dalam kasus Rembang. Baca juga Sukinah: UGM Kampus Penindas Rakyat Telah keluar dari garis perjuangan dalam bidang pendidikan sebagaimana yang telah dicita-citakan oleh para pendiri UGM. “Keputusan presiden mahasiswa keluar dari barisan itu tidak sesuai dengan perjuangan solidaritas Rembang,” jelasnya.

Dwi juga menyesalkan sikap yang diambil presiden mahasiswa UGM tersebut. Ia menilai, secara langsung maupun tidak langsung, sikap tersebut sebagai penentangan mahasiswa UGM sendiri terhadap aksi solidaritas Rembang. “Itu tindakan paling bodoh yang pernah dilakukan oleh presiden mahasiswa”, tegasnya.

Imam Ghazali

Check Also

Delusi Agen Perubahan

Oleh Windu Jusuf (Kolumnis Indoprogress.com) Saya hanya bisa geleng-geleng kepala saat mendengar istilah “hipokrisi mahasiswa …