Home » Berita » Suhardi: Saya Tak Punya Wewenang Melarang Kegiatan

Suhardi: Saya Tak Punya Wewenang Melarang Kegiatan

Kamis (7/5), Prof. Dr. Suhardi, M.Pd. selaku Kaprodi Bahasa dan Sastra Indonesia FBS mengatakan bahwa dirinya samasekali tak pernah melarang adanya kegiatan Haul Pramodya Ananta Toer oleh Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia (KMSI) FBS UNY. Ia mengatakan bahwa Prodi tidak memiliki kewenangan melarang atau membatalkan sebuah kegiatan akademik yang bersifat positif. “Prodi/Jurusan tidak pernah melarang, mau membahas karya siapapun itu boleh-boleh saja,” jelasnya.

Menurutnya terjadi kesalahpahaman antara dirinya dan pihak KMSI pada pertemuan yang dilakukan Rabu (6/5). Pada saat pertemuan dilakukan, dirinya hanya mempermasalahkan istilah “Haul” dalam acara yang akan dilaksanakan Sabtu (9/5) tersebut. Ia secara pribadi mengritik adanya istilah tersebut untuk membuat acara bertemakan Pramoedya. “Saya hanya mempermasalahkan istilah haul, soalnya itu makna spesifiknya seperti mengkultuskan seseorang. Katakanlah Aidit, punya karya yang mau dibahas secara akademik ya saya memperbolehkan,” jelas Suhardi.

Pertemuan antara KMSI dan Prodi yang dilakukan pada hari Rabu merupakan pertemuan pertama yang dilakukan untuk membahas acara tersebut. Pertemuan tersebut membahas adanya disposisi dari Wakil Dekan II terkait dengan surat peminjaman tempat untuk acara yang akan dilakukan di Lab. Karawitan FBS. Dari keterangan Suhardi diketahui bahwa pihak WD II mempermasalahkan peminjaman tempat yang tidak mencantumkan persetujuan prodi. “Dia (KMSI, red.) menganggap saya pintu terakhir, seharusnya kan saya di awal. Jadi, saya bisa membantu melobikan,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa urusan tersebut sekarang sudah selesai dan dia pun sudah memberikan izin.

Suhardi menyayangkan pihak KMSI tidak pernah mengonsultasikan kegiatan Haul Pram kepada Prodi. “Itu izinnya langsung ke WR III, konsultasi ke prodi itu ya baru kemarin (Rabu, red.),” ungkapnya. Menurutnya sebagai himpunan mahasiswa, kegiatan yang akan dilakukan sebaiknya dikomunikasikan dengan pihak Prodi. Suhardi mengatakan konsultasi tidak harus dilakukan dengan formal. “Tidak hanya dalam wujud tanda tangan, bicara secara kultural kan bisa,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya pihak KMSI berasumsi bahwa Suhardi melarang adanya kegiatan Haul Pram dengan alasan yang belum jelas. “Saya berasumsi karena belum ada keterangan yang jelas dari pihak terkait,” terang Fanny Arief Prasetya selaku Kepala Suku KMSI pada Rabu malam (6/5).

 

Hesti Pratiwi

Check Also

Aliansi Mahasiswa Proklamasi Yogyakarta Menuntut Pencabutan Surat Drop Out

Massa Aliansi Mahasiswa Proklamasi (AMP) Yogyakarta di gedung DPRD DIY. | Sunardi/EKSPRESI Massa yang tergabung …