Home » Sastra » Puisi » Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Rindu,

secangkir kopi di pagi hari

aroma yang pekat

buatanmu, yang aku tunggu-tunggu.

Rindu,

berdua berbincang tentang hari yang lalu

sembari menonton kabar berita

hiruk pikuknya negara di layar televisi.

Rindu,

secangkir kopi berdua

rasanya pas tanpa harus aku meminta

pemanis di dalamnya.

Kini,

secangkir kopi itu tidak ada di setiap pagi

kalaupun ada, tidak seperti buatanmu.

Rasanya pun pahit, sepahit hari-hari yang berlalu

tanpamu, aku kini hanya bisa merindu.

Yogyakarta, 31 Agustus 2015

Ahmad Agung Masykuri

Mahasiswa Pendidikan Geografi

Universitas Negeri Yogyakarta

Check Also

Itulah Alasan Mengapa Kau Harus Hidup

Jerman, 17 Agustus 2017 Kau terjaga, menatap ke luar jendela. Matamu menatap pohon pinus kurus …