Home » Sastra » Puisi » Terakhir

Terakhir

Kukira, ini terakhir kali. Bayang-bayang abadi, katamu

Tak lama dikenang. Cerita berangsur memucat

Menunggu kelanjutan yang tersirat. Menghabiskan usia

Itukah mengapa, kubilang. Cinta barangkali tinggal kerangka

 

Tapi masih entah. Pada satu waktu kau berbalik arah

Di sana tak ada apa yang kau cari. Terkatung kalimat berbulan-bertahun

Para pendongeng menggamit cerita. Aku mimpikan

Mengapa tidak berlari saja. Dalam pagi yang sia-sia

 

Kau telah singgah kemana. Kicau burung beri tanda

Sepi embara.

12 September 2015

Winna Wijayanti

Check Also

Masak dalam Mimpi

Oleh Muhammad Lutfi (Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Sebelas Maret)   Masak dalam Mimpi Seorang …