Home » Berita » Warga WTT Gelar Mogok Makan di DPRD

Warga WTT Gelar Mogok Makan di DPRD

Ekspresionline.com – Sejumlah petani Kulon Progo yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT) bersama para mahasiswa Gerakan Solidaritas Tolak Bandara (GESTOB) mengadakan aksi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY) pada Senin (26/10). Dalam aksinya, mereka mengaku akan melakukan aksi mogok makan selama 15 hari ke depan di DPRD DIY. Aksi ini dilatarbelakangi putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan kasasi Gubernur DIY dengan nomer register 465K/TU/2015. Kasasi tersebut muncul setelah para petani WTT berhasil memenangkan gugatan Izin Penetapan Lokasi (IPL) di Pengadilan Tata Usaha Negera DIY. “Sembari kita melakukan proses hukum lanjutan, kita akan mujahadah dan aksi mogok makan,” tukas Santos Muhammad, Humas GESTOB.

aksi-mogok-makan-wtt
Petani Wahana Tri Tunggal (WTT) dan simpatisan mahasiswa dari GESTOB tengah membangung tenda di halaman gedung DPRD DIY, Senin (26/10). Mereka mengaku akan melakukan aksi mogok makan selama 15 hari di DPRD DIY. | Foto: Ahmad/EKSPRESI

Dalam Aksinya, mereka dengan tegas menolak pembangunan bandara internasional di Kecamatan Temon, Kulon Progo. Menurut Santos, Kulon Progo merupakan daerah dengan lahan produktif. “Seperti yang kita ketahui, Kulon Progo merupakan salah satu penghasil pertanian di DIY, karena disitu lahannya mampu ditanami semangka, cabai rawit dll.” Atas dasar tersebut Santos menyayangkan sikap pemerintah DIY yang tidak memperhitungkan hal tersebut dalam perencanaan pembangunan bandara. “Tapi ini lahan produktif kenapa kok malah dijadikan bandara, ini kan sangat bertolak belakang sekali.” ujar Santos.

Selain itu, WTT dan GESTOB juga menolak tindakan represif dan intimidasi terhadap petani di Kulon Progo. Sampai dengan saat ini sudah ada 4 petani WTT yang dipenjara karena penolakan bandara. “Warga yang menolak pembangunan bandara dihalangi oleh aparat ketika mengikuti sosialisai yang diadakan oleh pihak Angkasa Pura dan yang masuk boleh masuk itu petani yang pro dengan bandara.” Jelas Santos.

Ahmad Wijayanto

Check Also

KMP Education Research Conference Buka Pekan Raya KMP 2017

Senin (13/11), suasana ketika KMP Education Research Conference berlangsung. Foto dokumen KMP. foto oleh Danang/EKSPRESI …