Home » Berita » Kritisi Rektorat, Ketua BEM UNJ Malah Dikeluarkan

Kritisi Rektorat, Ketua BEM UNJ Malah Dikeluarkan

Ekspresionline.com – Ronny Setiawan, Ketua BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ) resmi dikeluarkan oleh pihak kampus setelah terbitnya Surat Keputusan Rektor UNJ Nomor: 01/SP/2016 pada Senin (4/1). SK tersebut diterbitkan menanggapi surat permohonan audiensi kepada Rektorat UNJ terkait permasalahan-permasalahan yang tengah terjadi di UNJ. Surat permohonan audiensi yang dilayangkan kepada Rektorat UNJ pada tanggal 30 Desember 2015 tersebut merupakan inisiatif dari Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu yang disampaikan melalui Ronny selaku Ketua BEM UNJ.

SK Ronny A
Foto SK Pengeluaran Ronny Setiawan yang diunggah melalui akun Facebook pribadinya. | Dok. Pribadi Ronny Setiawan

 

Dalam SK Pemberhentian Mahasiswa tersebut, Djaali selaku Rektor UNJ menilai surat yang dikirimkan Ronny bernada ancaman. Ronny juga dinilai telah melakukan kejahatan berbasis teknologi, pencemaran nama baik, dan tindakan penghasutan yang dapat mengganggu ketenteraman dan pelaksanaan program yang diselenggarakan UNJ. Dalam SK tersebut, salah satu pertimbangan Rektor UNJ mengingat UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Diketahui juga dari SK tersebut bahwa sebelumnya pimpinan UNJ telah mengadakan rapat pimpinan pada tanggal 31 Desember 2015.

Namun, hal tersebut dibantah Ahmad Firdaus, melalui rilisan pers Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu. Firdaus tidak membenarkan bahwa pihaknya mengultimatum Rektor UNJ. Pihaknya hanya memberi tenggat waktu bagi Rektor untuk menanggapi surat tersebut. Surat permohonan audiensi dilayangkan juga disebutkan hanya untuk meminta klarifikasi dan penjelasan atas masalah-masalah yang terjadi di UNJ.

Pasca menerima SK tersebut, Ronny yang merupakan mahasiswa Pendidikan Kimia, FMIPA UNJ ini mengunggah SK pengeluaran dirinya di akun pribadinya. Dalam kirimannya, Ronny menyayangkan keputusan Rektor yang cenderung subyektif dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ronny juga mengatakan bahwa dirinya akan mengusahakan dirinya mendapatkan kembali hak-haknya sebagai mahasiswa UNJ yang berstatus aktif. “Semoga tindak kesewenang-wenangan ini tidak menimpa mahasiswa lain di kesempatan yang akan datang,” tutup Ronny dalam kiriman pribadinya.

Melalui rilisan persnya, Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu juga menyayangkan tindakan Rektor UNJ yang dinilai sewenang-wenang. Mereka juga menuntut Rektor UNJ untuk mencabut SK pemberhentian Ronny. “Kami, Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu menuntut Rektor UNJ untuk mencabut surat bernomor 01/SP/2016 tentang Pemberhentian Sebagai Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta,” tulis Firdaus dalam rilisan persnya. Mereka berharap pihak rektorat dapat bertindak kooperatif dalam penyelesaian masalah-masalah yang ada di UNJ.

Tagar #SaveRonny sempat menjadi Trending Topic Indonesia pada Selasa Malam (5/1).
Tagar #SaveRonny sempat menjadi Trending Topic Indonesia pada Selasa Malam (5/1).

Kejadian ini mendapat banyak respons dari netizen baik di Facebook maupun Twitter. Kiriman SK pengeluaran Ronny, hingga malam ini sudah dibagikan sebanyak 2.942 kali. Tagar #SaveRonny juga sempat menjadi Trending Topic Indonesia di Twitter. Kebanyakan respons tersebut berisi dukungan kepada Ronny dan mengecam tindakan Rektor UNJ.

Muhammmad Aziz Dharmawan

Check Also

UNY Akan Datangkan Panglima TNI pada Ospek Mendatang

Gatot Nurmantyo. | nasional.kompas.com Sumaryanto, Wakil Rektor III UNY sekaligus penanggung jawab kegiatan ospek UNY, …