Home » Berita » Mega-Mega Malang: Refleksi Atas Realitas

Mega-Mega Malang: Refleksi Atas Realitas

Pementasan teater Mega-Mega oleh ahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang, di Stage Tari, FBS. Foto oleh Prima.

Pementasan teater Mega-Mega oleh ahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang, di Stage Tari, FBS. Foto oleh Prima.

Ekspresionline.com— Senin (2/5), di Stage Tari, Fakultas Bahasa dan Seni UNY menampilkan pementasan teater Mega-mega. Pementasan ini diprakarsai oleh mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2013 Universitas Negeri Malang bekerja sama dengan Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia (KMSI) UNY. Paket teater yang menampilkan karya Arifin C. Noer ini memiliki nilai berbeda dari naskah lain.

“Bagaimana rasanya jadi orang jalanan, jadi pengemis, jadi preman, dan jadi lonte,” jelas Febri Putra Wardana, Pimpinan Produksi teater ini, perihal isi cerita pementasan. Maka satu-satunya tempat untuk kembali adalah berkumpul, tambahnya. Febri mengungkapkan, setting tempat dalam naskah berada di Alun-alun Kidul (Alkid) Yogyakarta.

Febri menjelaskan adanya keterkaitan tema naskah yang dipilih dengan realitas. “Ini sejalan dengan kenyataan. Melihat orang zaman sekarang sudah individualis, punya kepentingan untuk diri sendiri tapi mengorbankan orang lain. Dan ini menjadi alasan mengangkat naskah itu,” ujarnya.

Persiapan pementasan dilakukan selama tiga bulan. “Dalam prosesnya meskipun direncanakan tiga bulan, tapi kami kelihatan baru mengerjakan tiga minggu,” jelas Febri. Pemilihan kerja sama dengan KMSI UNY menjadi alasan tersendiri. Terutama soal latar, “Jadi ya itu, alasan kami karena Alkid di Yogya, dan sekalian kami ingin KMSI UNY main ke Malang,” ujarnya.

Winna Wijayanti

Check Also

Gerbang Bintang Selatan Nyatakan Pro Bandara

Sejumlah massa yang mengatasnamakan dari organisasi masyarakat (ormas) Gerbang Bintang Selatan (GBS), sekitar pukul satu …