Home » Resensi » Musik » Mendengarkan Kembali Matraman Setelah 12 Tahun

Mendengarkan Kembali Matraman Setelah 12 Tahun

Artis: The Upstairs

Judul Album: Matraman

Label: Satelite Record

Rilis: Maret 2016

Album perdana The Upstairs berjudul Matraman dirilis ulang bertepatan dengan dua belas tahun usia album. Album ini berisi sampul dalam baru yang memuat foto langka dan catatan perjalanan awal pembuatan Matraman. Secara kualitas, rekaman kali ini masih sama seperti saat dirilis dua belas tahun silam.

Banyak cerita unik perihal awal pembuatan album ditulis di sampul dalam. Seperti kisah di balik pembuatan lagu bernuansa rave bass, “Apakah Aku Berada di Mars Atau Mereka Mengundang Orang Mars”, “Modern Bob”, “Antah Berantah”, “Mosque of Love”, yang tidak menggunakan set drum lengkap. Lalu lirik lagu jagoan di album ini, “Matraman”,—yang dinobatkan sebagai salah satu dari 150 lagu Indonesia terbaik sepanjang masa versi majalah Rolling Stones Indonesia—Jimi Multazham (vokalis) dapatkan ketika ia dihampiri seorang kawan di tongkrongan. Kawannya itu bercerita bahwa ia menunggu mantan kekasihnya di Matraman sambil menggenggam seikat kembang dari pagi hingga pukul 9 malam.

Sebagian besar anak di tongkrongan tahu bahwa ternyata si mantan kekasih sedang berada di Bandung. Sontak seluruh anak tongkrongan di sana tertawa. Saat itu pula Jimi langsung berceletuk dan bernyanyi “Kan ku persembahkan sekuntum mawar/Aku di Matraman kau di kota kembang” dan seketika langsung mendapatkan ide untuk membuat lagu “Matraman”.

Selanjutnya lirik lagu “Apakah Aku Ada Berada di Mars Atau Mereka Mengundang Orang Mars” Jimi dapatkan ketika ia menemani kawannya clubbing. Jimi yang saat itu mengenakan jaket jin belel, kaus merah, dan celana hijau terang, heran dengan semua orang di sekelilingnya yang berpakaian silky hitam dan cowok-cowoknya berjambul Tintin berdansa dengan gaya yang seragam. Jimi bergumam, sebenarnya dia berada di Mars atau mereka yang mengundang orang Mars.

Juga bagaimana penyepakatan dengan pihak label. Mereka melakukan tanda tangan kesepakatan di kap mesin mobil dengan lampu depan sebagai penerangnya. Di akhir bagian tulisan sampul dalam, diceritakan bagaimana ketika pesta peluncuran album Matraman ini pertama kali pada 14 Februari 2004.

“Apakah Aku Berada di Mars Atau Mereka Mengundang Orang Mars” menjadi pembuka album Matraman. Liriknya menggambarkan suasana clubbing: “Ruang gemerlapan yang ingar bingar/Namun berat kaki terhadap nada/Tetapi lantai telah di hentakkan …”. Selanjutnya adalah “Modern Bob” dengan iringan piano listrik yang mengasyikkan! Bercerita tentang kekaguman kepada seseorang dengan rambut gaya modern bob.

Di nomor ketiga ada “Mosque Of Love”. Satu-satunya lagu di album ini yang seluruh liriknya berbahasa Inggris. Lalu di nomor keempat “Matraman”, jelas lagu ungkapan cinta tanpa lirik yang menye nan menyebalkan. Selanjutnya ada “Amatir”, dibuka dengan piano listrik, drum, dan tepukan tangan dengan irama yang cepat, tegas, juga catchy! Lalu “Lompat” dan “Antah Berantah” yang membawa kesan horor sejak dari intro. Di nomor kedelapan ada “Nilai Nilai Nilai” dan ditutup oleh “Anarki, lagu yang hanya menyebut kata anarki berulang-ulang, juga penggalan lagu-lagu sebelumnya.

Selesai mendengarkan seluruh nomor pada album Matraman, kita dibawa ke masa di mana The Upstairs menjadi Raja Pensi setelah rilisnya album Matraman ini. Akhirnya, dan esok kita kembali berdansa.

Danang Suryo

Check Also

1984: Dunia Buruk yang Mungkin Saja

George Orwell menerbitkan 1984, novel distopia yang cukup mengerikan pada 1949. Tiga puluh lima tahun …