Home » Berita » Wakil Rektor III: Kebebasan Pers tak Boleh Dibatasi

Wakil Rektor III: Kebebasan Pers tak Boleh Dibatasi

Mr. Sumaryanto
Wakil Rektor III, Prof. Dr. Sumaryanto saat diwawancarai mengenai aturan peliputan Ospek, di GOR UNY, Sabtu (20/8). Foto oleh Triyo/EKSPRESI

Ekspresionline.com Wakil Rektor III Sumaryanto menyatakan ketidaksetujuannya terhadap beberapa fakultas seperti FIK, FE, FBS, serta FIP yang mengeluarkan aturan-aturan Ospek mengenai peliputan oleh media. Sebab, aturan-aturan tersebut mengharuskan pembuatan Memorandum of Understanding (MoU) antara media dan panitia Ospek, pembatasan waktu pengambilan gambar hingga penyaringan hasil wawancara oleh panitia Ospek sebelum dipublikasikan.

Menanggapi adanya aturan-aturan peliputan tersebut, Sumaryanto mengatakan bahwa informasi Ospek harus terbuka. “Semua informasi tidak boleh dibatasi,” terangnya saat ditemui di GOR UNY, Sabtu (20/8).

Sumaryanto menjelaskan bahwa Ospek hari pertama dan kedua berada di bawah peraturan universitas. Maka, menurutnya, pihak fakultas pun harus taat dengan tidak mempersulit peliputan Ospek. Namun, meski pada hari kedua sampai kelima Ospek berada di bawah otonomi fakultas, Ia mengimbau agar hak pers untuk memperoleh informasi tetap dipenuhi oleh pihak fakultas.

Sumaryanto menambahkan bahwa media punya hak dan otoritas di bidang jurnalistik dalam memperolehan informasi. Menurutnya, media-media di UNY berhak meliput kegiatan Ospek di UNY. “Boleh meliput, asal rasional dan berimbang.”

Sumaryanto juga sepakat apabila media di UNY berpedoman pada Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. “Itu digunakan untuk kebaikan, menjaga independensi (pers, red.),” tegasnya. Sebab, beberapa poin dalam aturan Ospek mengenai peliputan oleh media bertentangan dengan UU Pers.

A.S. Rimbawana

Check Also

Aliansi Mahasiswa Proklamasi Yogyakarta Menuntut Pencabutan Surat Drop Out

Massa Aliansi Mahasiswa Proklamasi (AMP) Yogyakarta di gedung DPRD DIY. | Sunardi/EKSPRESI Massa yang tergabung …