Home » Sastra » Puisi » Kembali

Kembali

Dok. Istimewa

Di selasar masjid, ubin-ubin retak menjerit bersahutan

Pada tapak kaki sang peronta yang basah bersimbah darah

Sumpah serapah bilik kacaukan gemuruh tikar

Juga rak-rak yang ikut gaduh padahal yang punya mengaduh

Malam kian sunyi, yang menjerit berganti sepi

Yang gemuruh makin meresapi, menelusup cahaya temaram palung hati

Tunduk kepala carikan maafnya tak kalah ruah samudera

Maka bergetar arasy terima perintah menaungi, tembus galaksi

Sakit pada sukma terobati demi untuk kembali

Pada malam ia kembali, tergeletaklah di simpang jalan

Jiwa-jiwa yang mengaku suci, bedebah sendiri mengelakkan

Maka sang peronta punya tempat kembali, pada hutan pengasingan

Yang tahu geram pada abdi bumi

Yang tak ingat jiwanya pula akan kembali

Yogyakarta, 2016

Sri Endang Maulani (Mahaiswa UNY)

Check Also

Masak dalam Mimpi

Oleh Muhammad Lutfi (Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Sebelas Maret)   Masak dalam Mimpi Seorang …