Home » Berita » Langgar Aturan, Sultan Terancam Dipenjarakan

Langgar Aturan, Sultan Terancam Dipenjarakan

demo-wttAksi Wahana Tri Tunggal mengecam studi Amdal Bandara Kulon Progo di depan gedung BLH DIY. Foto oleh Imam/EKSPRESI

Ekspresionline.com – Sultan Hamengkubuwono X selaku Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai telah melanggar hukum karena menerbitkan Izin Penetapan Lokasi (IPL) Bandara Kulon Progo tanpa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). “Kita akan mengumpulkan bukti. Jika terbukti bersalah, ya wajib hukumnya bagi warga untuk memenjarakan Sultan,” ungkap Martono, selaku Ketua Wahana Tri Tunggal (WTT) saat ditemui EKSPRESI selepas aksi mengecam studi Amdal di depan gedung Badan Lingkungan Hidup Provinsi DIY, Senin (07/11).

Selaku Kepala Departemen Advokasi Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta, Yogi Zul Fadhli menjelaskan, dalam Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Nomor 32 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan Pasal 4, yang menyatakan Amdal disusun oleh pemrakarsa pada saat tahapan perencanaan. Menurut Yogi, jika Amdal dinilai layak oleh Komisi Penilai Amdal, maka akan terbit Izin Lingkungan yang menjadi dasar terbitnya IPL. “Itu artinya Amdal harus dilakukan jauh sebelum penerbitan IPL,” jelasnya.

Sultan Hamengkubuwono X yang telah menerbitkan IPL melalui Keputusan Gubernur Nomor 68/KEP/2015 pada tanggal 31 Maret tahun 2015, menurut Yogi, terancam pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 karena telah melanggar pasal 111 ayat 2 Undang-Undang 32 tahun 2009 tentang PPLH. Dalam undang-undang tersebut, masih menurut Yogi, “Kalau ada pejabat yang menerbitkan izin usaha tanpa disertai dengan dokumen kelayakan izin lingkungan, itu ada potensi pidananya,” jelasnya.

Imam Ghazali

Check Also

KMP Education Research Conference Buka Pekan Raya KMP 2017

Senin (13/11), suasana ketika KMP Education Research Conference berlangsung. Foto dokumen KMP. foto oleh Danang/EKSPRESI …