Home » Berita » Dibekukan Rektorat, LPM Pendapa Galang Dukungan Mahasiswa
Kamis (17/11) mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa memberikan dukungan berupa tanda tangan penolakan terhadap pembekuan LPM Pendapa oleh birokrat kampus di depan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Foto Oleh Fitiransyah/Ekspresi.

Dibekukan Rektorat, LPM Pendapa Galang Dukungan Mahasiswa

Kamis (17/11) mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa memberikan dukungan berupa tanda tangan penolakan terhadap pembekuan LPM Pendapa oleh birokrat kampus di depan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Foto Oleh Fitiransyah/Ekspresi.Kamis (17/11) mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa memberikan dukungan berupa tanda tangan penolakan terhadap pembekuan LPM Pendapa oleh birokrat kampus di depan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Foto Oleh Fitiransyah/Ekspresi.

Ekspresionline.com—Aksi tanda tangan yang dilakukan LPM Pendapa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) dan Forum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UST Kamis (17/11), mendapatkan respon yang baik dari mahasiswa. Aksi tersebut akibat dari pembekuan LPM Pendapa oleh rektorat. “Secara tertulis kita memang belum mendapatkan SK Pembekuan, tetapi secara lisan kita sudah dibekukan dan hanya menunggu SK saja”, ungkap Gita Anisa, Pimpinan Redaksi LPM Pendapa. Sejak pagi hingga siang hari, tanda tangan penolakan pembekuan telah memenuhi banner putih yang berada di depan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UST. “Kalau menurut saya yang namanya lemabaga pers mahasiswa  itu sangat penting, karena kita dapat melihat situasi kampus saat ini seperti apa”, ucap Juliansyah, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang ikut membubuhkan tanda tangan.

Sejak beredar kabar bahwa LPM Pendapa dibekukan oleh rektorat, dukungan terus mengalir dari Forum UKM UST dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UST. Menurut Gita dukungan penolakan pembekuan datang dengan tidak terduga. “Teman-teman UKM dan BEM UST mnyatakan sikap siap untuk mendukung langkah-langkah yang akan diambil LPM Pendapa,” ujar Gita.

Pakta Integritas dari WR III yang tidak ditandatangani karena mengintervensi LPM Pendapa
Pakta Integritas dari WR III yang tidak ditandatangani karena mengintervensi LPM Pendapa

Alasan pembekuan yang dilakukan rektorat dikarenakan LPM Pendapa menolak menandatangani Pakta Integritas yang ditodongkan pihak kampus kepada mereka. “Pakta integritas itu sangat mengintervensi, apalagi poin yang mengatakan bahwa LPM Pendapa harus mentaati kebijakan pimpinan  universitas,” ucap Gita.

LPM Pendapa sempat melakukan upaya-upaya seperti pertemuan tapi hasilnya nihil. Pihak rektorat menolak pertemuan tersebut. “Bahkan kita sempat mengajukan surat permohonan audiensi itu pun ditolak secara lisan”, lanjut Gita.

Akibat pembekuan tersebut LPM Pendapa juga terancam angkat kaki dari sekretariat mereka. Gita juga menambahkan dalam tata tertib UKM yang dikeluarkan oleh WR III tidak terdapat nama LPM Pendapa sebagai UKM UST. Gita masih berharap agar dalam seminggu ini SK Pembekuan LPM Pendapa tidak turun. “Tetap dengan syarat kita tidak perlu menandatangani Pakta integritas”, pungkasnya.

M.S. Fitriansyah

Check Also

Pelarangan dan Pembubaran Terus Meningkat

Teks: Muhammad Aziz Dharmawan | Sumber: Gema Demokrasi, Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI) | …