Home » Sastra » Puisi » Kerinduan Anakmu, Sayang

Kerinduan Anakmu, Sayang

 

Wajahmu memang tak asing, sayang.

Ketika paku menjatuhkan runcingnya untukmu,

sebuah pilihan.

Yang terjadi hanya beribu berita pencintraan,

demi kemenangan.

Kemudian datanglah berbagai cerita

Berbagai peristiwa

Juga serangkaian pertikaian kata-kata.

Sekali lagi

Demi kemenangan sayang.

Demi mewakilimu di kancah kepemimpinan.

Demi itu pula rela memecah belah anak-anakmu, sayang.

Wajah bertopeng mulai berkeliara.

Mengelabui anak-anakmu yang masih awam.

Hingga mereka mudah diikat denga janji-janjinya, sayang.

Sayang, maafkanlah wakil-wakilmu yang berwajah dua.

Untuk sebuah titel yang tertera.

Untuk itu pula mereka rela berdandan layaknya orang sederhana.

Sekarang waktunya anak-anakmu bergembira, sayang.

Atas keperkasaan wakilmu yang bijaksana.

Atas perjanjian yang ditawarkan.

Atas itu pula anakmu tak mau terlena

Dengan sumpah yang telah ditancapkan

Dari pertanggungjawaban.

Yogyakarta, Februari 2017

Muhammad Sahal Al-Bakasy

Check Also

Itulah Alasan Mengapa Kau Harus Hidup

Jerman, 17 Agustus 2017 Kau terjaga, menatap ke luar jendela. Matamu menatap pohon pinus kurus …