Home » Berita » AMP dan FRI-West Papua Lakukan Aksi Tuntut Penutupan Freeport

AMP dan FRI-West Papua Lakukan Aksi Tuntut Penutupan Freeport

Aksi AMP dan FRI-West Papua, Senin(20/3). Foto oleh Imam/EKSPRESI

 

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI – West Papua) melakukan aksi menuntut pemerintah untuk menutup Freeport, Senin (20/03), di Bundaran UGM. “Freeport tidak memberikan kesejahteraan bagi bangsa Papua,” terang Ghofur, selaku koordinator lapangan. Ghofur menambahkan bahwa seharusnya tenaga produktif di Papua berkembang dan pembangunan jauh lebih maju dari Jawa karena Freeport sudah puluhan tahun di Papua.

Aksi tersebut juga menyuarakan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi bangsa West Papua. Abby Douw selaku ketua AMP menyebut Freeport sebagai salah satu penyebab aneksasi Papua oleh pemerintah Indonesia. Bahkan Abby mengatakan bahwa perundingan Freeport dengan pemerintah Indonesia tidak melibatkan rakyat Papua yang memiliki hak untuk menentukan kebijakan pertambangan.

Freeport juga memberikan dampak buruk pada lingkungan. “Zat-zat beracun telah merusak keanekaragaman hayati hingga pesisir Laut Arafura,” terang Abby. Tercatat dalam rilisan aksi, Freeport merusak 23.000 ha hutan. Kerusakan tersebut akibat pembuangan dan pengendapan bahan yang tertinggal setelah pemisahan fraksi bernilai bijih besi di sungai Ajkwa dan termasuk kategori limbah B3 (Bahan Beracun Berbahaya) yang tersebut dalam PP Nomor 18 Tahun 1999, serta limbah yang melampaui Total Suspend Solid (TSS) baku mutu air dalam PP Nomor 82 Tahun 2001.

Dalam rilis aksi juga disebutkan bahwa pemerintah Indonesia selama ini telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Hal tersebut juga diungkapkan Chris Ballard, antropolog Australia yang pernah bekerja di Freeport dan Abigail Abrash, aktivis HAM asal Amerika Serikat. Antara tahun 1975 hingga 1997 tercatat 160 orang telah dibunuh oleh militer di daerah tambang dan sekitarnya, seperti yang terjadi pada masyarakat Amungme. “Organisasi yang pro terhadap Papua merdeka pun dibantai,” tutup Abby.

Alfian Choir

Reporter: Imam Ghazali, Khairuddin Ahmad

Check Also

HUT ke-25, UKMP Luncurkan Jurnal Penelitian

Unit Kegiatan Mahasiswa Penelitian meluncurkan jurnal bertepatan dengan ulang tahun ke-25 di Foodcourt UNY, Jumat …