Home » Berita » PPLP-KP akan Ganyang Penindas Kemerdekaan Petani

PPLP-KP akan Ganyang Penindas Kemerdekaan Petani

Warga pesisir Kulon Progo bersiap mengarak hasil bumi. Foto oleh Imam/EKSPRESI

Paguyuban Petani Lahan Pantai Kulon Progo (PPLP-KP) merayakan hari lahir (Harlah) yang kesebelas di desa Garongan, Minggu (02/04). Perayaan Harlah yang bertajuk Gesik Kanggo Panguripan (pasir untuk penghidupan –red) tersebut untuk mengingatkan kepada masyarakat pesisir Kulon Progo bahwa perjuangan belum usai. “Siapapun yang mengganggu kemerdekaan petani pesisir pantai Kulon Progo, maka akan kita ganyang,” pekik Supriyadi, mewakili pengurus, dalam orasinya sebelum melakukan doa bersama warga PPLP-KP di pesisir pantai Kulon Progo.

Harlah PPLP-KP merupakan peringatan gerakan petani dalam melawan industri tambang, perusak lingkungan, dan pembangunan yang tidak berpihak kepada rakyat. “Hari ini adalah hari kemenangan kita, sebagai bukti hari ini kita masih bertani. Mari kita rayakan hari ini, tolak tambang!” teriak Widodo sebagai Humas PPLP-KP ketika membuka arak-arakan hasil bumi masyarakat pesisir.

PPLP-KP, lanjut Supriyadi, berjanji tidak akan pernah berhenti berjuang dalam menghadapi perampasan tanah yang terjadi pada petani pesisir Kulon Progo. Supriyadi juga menerangkan bahwa PPLP-KP tetap berjuang melawan perampasan tanah yang marak terjadi pada petani. “Sebagaimana dalam slogan kita, pasir untuk penghidupan, berarti kita sepakat bahwa lahan pasir tetap kita manfaatkan untuk menanam,” jelasnya.

Warga penolak bandara Kulon Progo, Supriyanto, tokoh agama asal Temon, menerangkan bahwa menanam merupakan bentuk perlawanan. “Kami sebagai petani tetap akan berjuang dengan sepenuh hati, kami akan berjuang baik lahir maupun batin,” tegasnya dalam solidaritas antarwarga.

Solidaritas berdatangan dari berbagai elemen masyakarat Indonesia dan internasional. Warga dari Bandung, Herry Sutresna menjelaskan bahwa perampasan tanah sedang terjadi di berbagai daerah Indonesia. Gerakan rakyat mengalami demoralisasi dan represi yang hebat dari aparatur negara dan korporasi, jelas pria yang akrab dipanggil Ucok tersebut.

Perlawanan PPLP-KP, lanjut Herry, memiliki peran penting sebagai contoh perlawanan akar rumput yang solid, konsisten, mandiri, dan militan. “Kita harus kabarkan bagaimana cara melawan dan memberikan kabar kemenangan-kemenangan gerakan rakyat yang sudah ada, seperti gerakan rakyat PPLP-KP,” tegasnya.

Imam Ghazali

Reporter: Ahmad Wijayanto

Check Also

Wakil Rektor III: Tidak Ada BEM, Tidak Masalah

Sumaryanto, Wakil Rektor III (WR III) Universitas Negeri Yogyakarta mengatakan garis antara Badan Eksekutif Mahasiswa …