Home » Opini » Dangdut: dari Qosidah hingga NDX AKA

Dangdut: dari Qosidah hingga NDX AKA

dok.Istimewa

Sejarah Singkat Perkembangan Dangdut

Konon, gendang yang dipukul dan menghasilkan suara “dang” dan ”dut” menjadi awal kata “dangdut” tercipta. Salah satu jenis musik Indonesia ini mampu membuat para penggemar dari pelbagai usia menyukainya. Dari lagu, para artis, hingga goyangannya yang bisa menghipnotis.

Awal mulanya, musik dangdut ini datang ke Nusantara dibawa oleh para saudagar Arab sekitar tahun 635. Selain itu, mereka juga berdagang dan menyebarkan ajaran Islam, lalu mengenalkan musik qosidah. Qosidah yang dalam bahasa Arab artinya “lagu” atau “nyanyian” menunjuk pada grup kesenian dengan alat musiknya yang paling pokok, seperti rebana, kecrek, dan lain sebagainya. Sekitar tahun 900 hingga tahun 1200, para saudagar Gujarat mermperkuat aliran musik qosidah.

Memasuki tahun 1870-an, musik qosidah mengalami perkembangan dengan bertambahnya alat musik baru. Selain ada rebana dan kecrek, hadir pula alat musik gambus dan gendang. Kedua alat musik ini hingga sekarang mempunyai fungsi masing-masing dalam permainan musik dangdut.

Benih-benih dangdut sudah muncul sejak adanya musik qosidah. Hal tersebut terjadi karena pada saat itu kebanyakan orang-orang Indonesia sedang bereksperimen dengan musik Arab. Memasuki sekitar tahun 1968, dangdut muncul ke permukaan. Ini dapat dilihat dari beberapa nama penyanyi dan pencipta lagu seperti Husein Bawafie, Munif Bahaswan, Ellya, dan lainnya. Bahkan, memasuki tahun 1970-an Rhoma Irama dengan Soneta grupnya muncul lalu berperan besar dalam mempopulerkan dunia dangdut. Ia bahkan dijuluki sebagai Raja Dangdut hingga saat ini. Nama-nama tersebut berhasil menaikkan popularitas musik dangdut hingga ke seluruh pelosok tanah air.

Dangdut Pascareformasi

Dangdut di tanah air lambat laun mengalami perkembangan. Perkembangan tersebut terlihat dengan adanya campuran dari musik rok dan lagu-lagu pop yang bisa diaransemen menjadi musik dangdut. Sampai sekarang dangdut mampu menghasilkan artis-artis top papan atas, seperti Inul Daratista, Iis Dahlia, Ikke Nurjanah, Evie Tamala, Rita Sugiarto, Ayu Ting Ting, Zaskia Gotik, Erin Suzan, Lesti Andryani, dan masih banyak lagi. Mereka bisa dikatakan sukses dalam membawakan lagu dangdut dan mendapat tempat di hati penikmatnya.

Seiring berjalannya waktu, muncul jenis musik dangdut baru, yaitu dangdut koplo. Dangdut koplo kebanyakan lebih ditekankan pada pola pukulan gendang dan sang penyanyi lihai dalam bergoyang.

Dangdut bahkan sudah diadakan kontes pencarian bakat. Tak main-main, kontes pencarian artis dangdutnya pun sekarang merembet hingga tingkat internasional, khususnya Asia Tenggara. Itulah dangdut yang selalu berkembang terus dengan mengikuti arus perubahan zaman.

Dangdut Jawa Timuran

Perihal dangdut, tak lengkap jika mengabaikan salah satu provinsi di Indonesia yang memberikan sumbangsih besar bagi perkembangan dangdut, yaitu Jawa Timur. Di sana banyak sekali grup dangdut yang terintis dengan bermacam variasi. Tak cukup sampai di situ, artis-artis jebolannya pun cukup terkenal hingga tingkat nasional. Sebut saja Via Valen dan Wiwik Sagita yang pernah mempopulerkan lagu Oplosan.

Di Jawa Timur, terdapat beberapa grup musik dangdut yang cukup terkenal, seperti New Pallapa, Sera, Monata, dan lain sebagainya. Grup-grup dangdut tersebut juga mempunyai ciri khasnya masing-masing. Contoh saja, New Pallapa dengan ciri khas pukulan gendang dari Cak Slamet, salah seorang pemain musik dari grup tersebut, yang mampu membuat beda New Pallapa dari yang lainnya. Hal tersebut terbukti ketika kita sedang mendengarkan lagu dari masing-masing grup tersebut. Silakan ambil gawai dan unduh lagu mereka untuk mengetahui segala perbedaan antara grup-grup tersebut.

Tak cukup sampai di situ saja, ternyata dari masing-masing grup tersebut juga mempunyai penggemar tersendiri. Seperti grup New Pallapa yang menamakan penggemarnya dengan Saudara New Pallapa (SNP). Bahkan, para penyanyinya pun mempunyai penggemar tersendiri. Contoh saja Via Valen yang menamakan penggemarnya dengan sebutan Vianisty.

Semua Bisa Didangdutkan

Ada hal yang menarik dari musik dangdut ini, yaitu semua ragam lagu bisa diaransemen ulang menjadi musik dangdut. Banyak lagu dari mancanegara lainnya yang (hampir) semuanya bisa dinyanyikan dalam bentuk musik dangdut.

Lagu “Tum Hi Ho”, misalnya, yang populer di Indonesia karena menjadi soundtrack di filmRanveer dan Ishani, film India yang pernah disiarkan di SCTV. Lagu tersebut kemudian tenar di Indonesia dan banyak dilagukan dalam dangdut oleh para penyanyi dangdut. Lagu lainnya adalah Kun Anta yang juga bisa dinyanyikan menggunakan alur musik dangdut dengan nada yang sesuai.

Dangdut Ala Anak Muda

Sayang, Bojoku Ketikung, dan Remukan Ati adalah lagu NDX AKA yang tengah digandrungi remaja, khususnya di Jawa. Uniknya, grup musik tersebut masuk ke dalam aliran dangdut dengan lirik yang hampir selalu berbahasa jawa.

NDX AKA ini memulai kariernya pada tahun 2011 dan didirikan oleh Yolanda Frisna Damara yang berasal dari Imogiri, Yogyakarta. Hampir semua lagu dari NDX AKA berbahasa Jawa dan bertema tentang kegalauan cinta. Hal tersebut membuat liriknya mudah diterima oleh kalangan remaja.

Dalam tulisan ini mungkin masih banyak kekurangan dalam membahas mengenai deskripsi musik dangdut itu. Namun, setidaknya untuk mengetahui perihal dangdut sebaiknya kalian harus datang dan menonton langsung konser dangdut. Dan, jangan lupa jika datang ke acara musik dangdut, janganlah malu-malu untuk ikut bergoyang.

Sunardi

Check Also

Perang Dingin Menjelang Pemilwa UNY

Oleh Rony K. Pratama (Alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Desember belum terlihat batang hidungnya, …