Home » Berita » PWPP-KP: Tolak Bandara Tanpa Syarat

PWPP-KP: Tolak Bandara Tanpa Syarat

Peresmian Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo diiringi doa bersama. Foto oleh Imam/EKSPRESI

Warga penolak bandara Kulon Progo meresmikan organisasi Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP) pada Minggu (16/4), yang berlangsung di depan SDN III Glagah, Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Organisasi tersebut dibentuk sebagai wadah baru bagi warga yang konsisten menolak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). “Kami membuat wadah baru, tapi tetap dengan orang lama,” jelas Wijiyanto, yang kini tergabung dalam PWPP-KP.

Sebelumnya, organisasi warga Kulon Progo penolak bandara, Wahana Tri Tunggal (WTT), dirasa tidak mampu mewadahi aspirasi mereka. Wijiyanto yang dulu juga tergabung dalam WTT mengatakan bahwa, ada masalah internal di tubuh WTT, sehingga warga memutuskan untuk membuat organisasi baru. “Itu masalah internal, enggak bisa saya obrolkan di sini,” ujar Wijiyanto ketika ditemui di lokasi tempat berlangsungnya peresmian. Ia menegaskan agar organisasi ini secara konsisten menolak keberadaan bandara. “Kami kembali ke niat awal, menolak bandara tanpa syarat,” ujar Wijiyanto.

Acara peresmian tersebut dimulai pukul sembilan pagi dan dihadiri lebih dari 200 warga yang konsisten menolak adanya pembangunan bandara. Dilanjutkan dengan mujahadah dan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol agar PWPP-KP terus diberkati.

Acara tersebut juga dihadiri serta mendapat dukungan dari beberapa aliansi lain seperti, PPLP-KP dan dari warga terdampak penggusuran di pantai Parang Kusumo, Kabupaten Bantul. Widodo sebagai Humas PPLP-KP menilai apa yang warga Kulon Progo lakukan ini bagus. Ia berharap, bahwa PWPP-KP ini akan terus konsisten sampai tujuan tercapai. “Terus berlanjut, bandara batal. Harus!” harap Widodo.

A.S Rimbawana

Check Also

Al-Fayyadl: Warga dan Aktivis Harus Kompak

Muhammad Al-Fayyadl, tokoh muda Nahdlatul Ulama sekaligus aktivis agraria, turut hadir ditengah warga Kulon Progo, pada …