Home » Berita » Alissa Wahid: Yu Patmi Martir Perjuangan Kita

Alissa Wahid: Yu Patmi Martir Perjuangan Kita

Alissa Wahid menyampaikan orasi dalam acara Ziarah Budaya dan Peringatan 40 hari Yu Patmi yang diselenggarakan oleh Solidaritas Jogja Tolak Pabrik Semen di UIN Sunan Kalijaga, Senin (24/4).

Senin (24/4), acara Ziarah Budaya dan Peringatan 40 hari Yu Patmi di UIN Sunan Kalijaga, dihadiri oleh Alissa Wahid, putri sulung Abdurrahman Wahid. Dalam acara yang di selenggarakan oleh Solidaritas Jogja Tolak Pabrik Semen, Alissa mengungkapkan keprihatinannya terkait meninggalnya Yu Patmi. “Setiap pengorbanannya perlu untuk diapresiasi dan digaungkan untuk menjadi pengingat kita semua,” ucap Alissa dalam orasinya.

Apa yang diperjuangkan Yu Patmi bukanlah suatu hal seperti perdamaian dunia, kebijakan publik yang tidak berpihak pada rakyat, ataupun tidak memperjuangkan Indonesia yang adil makmur sentosa. “Yu Patmi sedang memperjuangkan kehidupan kita,” tegasnya. Alissa juga menuturkan bahwa dia (Yu Patmi-red) berjuang untuk desanya, untuk kawasannya, dan di balik itu semua Yu Patmi sedang memperjuangkan kita. Ia mempertahankan kedaulatan rakyat yang selama ini diinjak-injak oleh kekuasaan dan politik. “Yu Patmi menorehkan garisnya di dalam sejarah Indonesia sebagai martir perjuangan kita menegakkan kedaulatan rakyat,” tambah Alissa.

Alissa juga menyoroti kondisi pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat. “UUD kita bunyinya, kekayaan alam itu milik rakyat dan tidak pernah ada ceritanya pembangunan harus mengorbankan rakyat, tapi itu yang terjadi,” ungkapnya. Menurut Alissa, apa yang menimpa Yu Patmi tidak akan berpengaruh bagi para penguasa dan pemodal yang berada di pusat kekuasaan Indonesia. Alissa mengibaratkan Yu Patmi sendiri hanya sekedar angka statistik bagi mereka (penguasa dan pemodal-red). Bahkan Alissa sempat menyampaikan isi berita yang dibacanya perihal PT Semen Indonesia sedang meminta perlindungan hukum. “Seharusnya, hukum melindungi Yu patmi dan kawan-kawan,” timpalnya.

Alissa menutup orasinya dengan pertanyaan yang ditujukan untuk masyarakat yang hadir dalam acara Ziarah Budaya dan Peringatan 40 hari Yu Patmi. Mencoba mengingatkan kembali bahwa apa yang diperjuangkan oleh Yu Patmi adalah kita. “Pertanyaannya sekarang, apakah kita adalah Yu Patmi?” tutupnya.

Ahmad Wijayanto

Check Also

Aliansi Mahasiswa Proklamasi Yogyakarta Menuntut Pencabutan Surat Drop Out

Massa Aliansi Mahasiswa Proklamasi (AMP) Yogyakarta di gedung DPRD DIY. | Sunardi/EKSPRESI Massa yang tergabung …