Home » Berita » Pers Mahasiswa Menyikapi Pesta Hoaks

Pers Mahasiswa Menyikapi Pesta Hoaks

Imam Sofwan (tengah) menjelaskan sepuluh elemen jurnalistik. Foto oleh Nardi/EKSPRESI.

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Didaktika, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), menyelenggarakan Latihan Dasar Pers Mahasiswa (LDPM) ke-29. LDPM adalah agenda rutin yang diadakan setiap tahun. Pada tahun ini, tema yang diusung ialah “Pesta Hoax dalam Media”. Acara yang berlangsung mulai tanggal 8 hingga 12 Mei ini bertempat di gedung Sertifikasi Guru (Sergur) UNJ.

“Tema tahun ini sebenarnya hasil diskusi teman-teman Didaktika. Kebetulan waktu itu konteksnya saat sedang ramai hoaks, juga dari isu-isu dalam Pilkada Jakarta yang sedang memanas,” kata Muhamad Muhtar selaku ketua pelaksana.

“Secara umum, dalam LDPM ini, kami bertujuan memberi dan membuat ruang bagi teman-teman mahasiswa yang ingin memulai belajar tentang pers,” tambah Muhtar.

Pada hari pertama, Senin (8/5), materi yang disajikan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama yaitu “Elemen Jurnalistik” yang dibawakan oleh Imam Sofwan, ketua Yayasan Pantau. Sementara sesi kedua yaitu “Senjakala Pers” oleh Yulis Sulistiawan, pemimpin redaksi Tribunnews.

Dalam sesi pertama yang dimulai pukul 08.30, Imam menjelaskan materi “Elemen Jurnalistik”. Dalam materinya, disebutkan ada sepuluh elemen jurnalistik, yakni: memberitakan kebenaran, loyalitas utama pada masyarakat, esensi jurnalisme adalah verifikasi, menjunjung independensi, memantau kekuasaan, jurnalisme sebagai forum publik, jurnalisme harus memikat dan relevan, berita harus proporsional dan komprehensif, mendengarkan hati nurani, dan yang terakhir yaitu hak dan kewajiban terhadap berita.

Sedangkan dalam sesi kedua yang dimulai pukul 13.00, Yulis mempresentasikan materi berjudul “Print vs Online”. Dalam materinya, Yulis mengungkapkan persaingan antara media cetak dan media daring. Dalam persaingan tersebut, kata Yulis, media cetak lambat laun mengalami kemunduran dan kalah dengan media daring.

Kemunduran tersebut, masih kata Yulis, bisa dilihat di beberapa media cetak. Di antaranya Sinar Harapan dan Harian Bola. Kedua surat kabar tersebut adalah salah dua contoh media cetak yang harus tutup.

LDPM yang dilaksanakan selama empat hari tersebut turut mengundang pembicara dari kalangan wartawan lainnya, seperti M. Irham (sekretaris AJI Jakarta) dan Zen Rachmat Sugito (editor Tirto.id). Selain itu, dalam acara LDPM, peserta juga akan diajak dalam kunjungan redaksi ke kantor berita Tirto.id pada Jumat (12/5).

Sunardi

Check Also

HUT ke-25, UKMP Luncurkan Jurnal Penelitian

Unit Kegiatan Mahasiswa Penelitian meluncurkan jurnal bertepatan dengan ulang tahun ke-25 di Foodcourt UNY, Jumat …