Home » Berita » Zen RS: Penulis Harus Menguasai Kalimat

Zen RS: Penulis Harus Menguasai Kalimat

dok.Istimewa

Dalam Kegiatan Latihan Dasar Pers Mahasiswa (LDPM) ke-29 yang diadakan oleh LPM Didaktika Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Zen Rachmat Sugito, editor Tirto.id, menyampaikan bahwa skill utama seorang penulis yang harus dimiliki terletak pada penguasaan kalimat. “Menulis apapun itu, harus menyusun kalimat dengan benar. Namun, hal ini selalu disepelekan,” terangnya saat membawa materi teknik penulisan pada hari ke-2 kegiatan tersebut, Selasa (9/5).

Ia menambahkan, sejago apapun mendapatkan data dan fakta melalui reportase, tulisan tidak akan menghasilkan bentuk informasi jika kalimat yang disusun tidak jelas dan sulit dipahami oleh pembaca. “Itu pun jika dipahami, tulisan tersebut akan penuh kemenduaan makna,” katanya.

Kebanyakan orang-orang langsung loncat belajar menulis cerpen, berita, atau pun esai. Tanpa harus memperhatikan unit dasar dalam sebuah tulisan yaitu kalimat. Hal tersebut ditegaskan oleh Zen, “Tidak di media massa yang profesional dan pers mahasiswa, sering sekali penyusunan kalimat diabaikan dalam pemberitaan,” ungkapnya.

Zen menerangkan lebih lanjut, perlu mengingat kembali pembelajaran bahasa Indonesia tentang kaidah “SPOK” (subjek-predikat-objek-keterangan). “Periksa betul-betul kalimat mengenai kejelasannya terhadap subyek, predikat, dan keterangan,” tambahnya. Ia merumuskan tiga syarat tulisan yang benar, saat menyampaikan materinya. Pertama, tidak menyimpang dari kaidah bahasa. Kedua, logis atau dapat diterima oleh nalar. Ketiga, jelas dan menyampaikan pesan dengan tepat.

Zen mencontohkan beberapa kalimat yang ambigu. Misalnya kalimat “yang punya handphone harus di matikan”. Kalimat-kalimat pengumuman di atas, sangat lazim kita temukan dalam keseharian yang penempatan kalimatnya tidak jelas. “Harus dimatikan handphone-nya atau apanya,” tutup Zen.

Kegiatan LDPM sendiri rutin dilaksanakan setiap tahun oleh LPM di Dadaktika UNJ. Di tahun 2017  ini, LPM Didaktika UNJ mengangkat tema “Pesta Hoax dalam Media” karena memandang maraknya penyebaran berita-berita hoax diselingi dengan isu-isu pilkada yang memanas akhir-akhir ini. Selain itu, adanya pelatihan ini ingin membuka ruang bagi mahasiswa yang ingin memulai belajar tentang pers.

Fahrudin

Check Also

HUT ke-25, UKMP Luncurkan Jurnal Penelitian

Unit Kegiatan Mahasiswa Penelitian meluncurkan jurnal bertepatan dengan ulang tahun ke-25 di Foodcourt UNY, Jumat …