Home » Berita » Mahasiswa UP45 Segel Gedung Rektorat

Mahasiswa UP45 Segel Gedung Rektorat

Mahasiswa UP45 Yogyakarta segel gedung rektorat. Foto: Imam/EKSPRESI

Mahasiswa Universitas Proklamasi (UP) 45 Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Proklamasi (AMP) 45 melakukan penyegelan gedung rektorat pada Senin (05/06). “Penyegelan gedung rektorat karena audiensi tidak membuahkan hasil, artinya tuntutan mahasiswa pada rektor tidak dipenuhi,” ujar Hans Rudy Hegemur selaku Koodinator Lapangan aksi mahasiswa UP45.

Dalam rilis kronologi, mahasiswa UP45 pada 11 April 2017 melakukan aksi penolakan terhadap pelantikan Bambang Irjanto sebagai rektor karena adanya dugaan maladministrasi. Selain itu, mahasiswa UP45 juga menuntut adanya transparansi audit keuangan selama delapan tahun terakhir (2008-2016).

Pihak rektorat tidak menanggapi tuntutan mahasiswa dan demonstrasi dibubarkan oleh 10 aparat Kepolisian Sektor Depok Barat. Mahasiswa UP45 terus melakukan berbagai aksi hingga berujung diturunkannya Surat Peringatan (SP) Drop Out terhadap 25 mahasiswa.

Dalam rilis juga dituliskan bahwa pihak rektorat juga mengeluarkan Surat Edaran tentang larangan mengadakan rapat, aksi orasi, mimbar akademis, dan mengikuti organisasi ekstra kurikuler. Ketika diwawancarai, Bambang Irjanto tidak menjelaskan banyak, “Ada proses mediasi yang akan dilakukan oleh Ombudsman Republik Indonesia (ORI), kita ikuti saja,” jelasnya secara singkat.

Proses mediasi antara pihak rektorat, mahasiswa UP45, dan ORI akan dilakukan pada Selasa, 13 Juni 2017. Muhammad Junaidi selaku Presiden Mahasiswa UP45 dan Kordinator Umum aksi pada EKSPRESI (11/06) menyatakan, mahasiswa UP45 akan menuntut pencabutan SP 1, 2, dan 3, hingga ancaman Drop Out.

“Kami menuntut pencabutan Surat Edaran yang mengekang dan melarang mahasiswa menggunakan panggung demokrasi,” tegasnya. Hingga berita ini dituliskan, mahasiswa UP45 masih melakukan penyegelan gedung rektorat.

Imam Ghazali

Reporter: Ahmad, Rimba

Check Also

Pendidikan Sejarah Gelar Pameran Media Pembelajaran

Pengunjung sedang menyaksikan media pembelajaran ketika pameran. Foto oleh Hanum/EKSPRESI. Himpunan mahasiswa Pendidikan Sejarah yang …