Home » Berita » Gelar Syawalan, PWPP-KP Tetap Tolak Bandara Kulon Progo

Gelar Syawalan, PWPP-KP Tetap Tolak Bandara Kulon Progo

Syawalan PWPP-KP. Foto oleh Imam/EKSPRESI

Paguyuban Warga Penolak Penggusuran – Kulon Progo (PWPP-KP) mengadakan syawalan setelah menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan, Minggu (02/07). Penyelenggaraan syawalan untuk menjalin silaturahmi sesama warga yang menolak rencana pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). “Kita selalu bermunajat kepada Allah dengan keyakinan bahwa penolakan bandara di Kulon Progo pasti dikabulkan,” ungkap Sofyan Sauri selaku pemuka agama di Kecamatan Temon, Kulon Progo.

Setelah bulan puasa Ramadan, Sofyan juga menyatakan bahwa warga PWPP-KP akan tetap menjalankan tahlilan dan mujahadah rutinan seperti biasa. Kegiatan mujahadah merupakan kegiatan yang selalu dilakukan warga penolak bandara NYIA. “Kita mendekatkan diri dan memohon kepada Allah,” jelas Sofyan.

Acara syawalan juga dihadiri dari berbagai pihak. Penyintas gusuran Parangkusumo, Kawit menyatakan bahwa warga tetap konsisten menolak pembangunan bandara. “Sampai kapan pun saya tetap ikut memperjuangkan hak-hak rakyat yang selalu ditindas pemerintah,” ungkap Kawit.

Selain itu, Widodo dari Paguyuban Petani Lahan Pantai – Kulon Progo (PPLP-KP) juga menghadiri syawalan. “Kita akan bersama-sama menolak pembangunan yang menyengserakan kita, apapun resikonya yang akan tetap kita hadapi dan akan kita lawan,” tegasnya.

PWPP-KP dan PPLP-KP menyatakan sikap akan tetap menolak pembangunan bandara. Bagi warga, pembangunan bandara Kulon Progo berisiko untuk keseimbangan pulau Jawa. “Tidak semua masyarakat membutuhkan transportasi udara, namun semua masyarakat membutuhkan nasi,” ungkap Ekza dalam pembacaan sikap di tengah-tengah acara syawalan.

Imam Ghazali

Check Also

AMP UP 45 Kembali Gelar Aksi Solidaritas

Suasana ketika diadakan dialog antara AMP UP 45 dengan pihak Dewan Pendidikan Yogyakarta. Foto oleh …