Home » Berita » Tolak UKT Penuh, Mahasiswa UNY gelar Audiensi Bersama Rektor

Tolak UKT Penuh, Mahasiswa UNY gelar Audiensi Bersama Rektor

Rektor UNY, Sutrisna Wibawa sedang menjelaskan sistem UKT pada Selasa (1/8) di aula lantai tiga Student Center UNY. Foto oleh Khansa/EKSPRESI

Audiensi terbuka terkait penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa yang melewati batas normal studi dilaksanakan pada Selasa (1/8) di aula lantai tiga Student Center UNY. Dihadiri oleh Rektor UNY, Sutrisna Wibawa dan wakil rektor serta jajaran dekan, audiensi tersebut sebagai langkah lanjut untuk hasil audiensi pada Selasa lalu (25/7).

Sebelumnya audiensi hanya dilakukan oleh Wakil Ketua BEM KM UNY, Muhammad Yudi Setya, dengan rektor dan Wakil Rektor II, Edi Purwanta. Dalam rilisan audiensi tersebut menghasilkan kesepakatan untuk UKT mahasiswa bidikmisi sebesar Rp500.000,00 dari Rp1.000.000,00. Bagi yang sudah melakukan yudisium dan sidang skripsi hingga akhir Agustus akan diberikan keringanan dengan membayar setengah dari UKT normal. Sedangkan mahasiswa nonbidikmisi tetap membayar sesuai UKT normal.

Sutrisna menjelaskan bahwa UKT tidak sebesar Biaya Kuliah Tunggal karena telah disubsidi oleh pemerintah. Rerata yang dihitung besaran 40% untuk UKT dan 60% adalah subsidi dari pemerintah dan unit-unit usaha di UNY. Ia juga memaparkan bahwa seharusnya mahasiswa semester 9 ke atas, baik bidikmisi atau nonbidikmisi, membayar penuh BKT. Namun, kebijakan nasional tetap menerapkan UKT untuk mahasiswa semester 9 ke atas.

Meluruskan hasil audiensi sebelumnya, Sutrisna mengatakan untuk mahasiswa yang sudah melakukan sidang skripsi sebelum akhir Agustus dibebaskan dari biaya UKT. Bagi mahasiswa yang belum melakukan sidang tetap membayar UKT normal. “Harusnya selesai Agustus, tapi kok tidak selesai. Bagaimana? Ya sudah, nanti akhirnya mendaftar kembali. Kita beri dispensasi,” paparnya.

Yohanes Bosco, Karispol BEM KM UNY, mempresentasikan hasil survei BEM terkait kebijakan tersebut. Ia memaparkan bahwa mahasiswa angkatan 2013 masih keberatan dengan kebijakan tersebut dan meminta perpanjangan waktu pembayaran. “Melalui saran teman-teman di poin kedua petisi pada umumnya mahasiswa meminta keringanan,” jelas Bosco.

BEM KM UNY pun menawarkan solusi berupa keringanan 50% bagi mahasiswa program diploma yang telah menempuh minimal 6 semester dan maksimal semester 8 serta sedang menyusun tugas akhir. Untuk program Sarjana, keringanan 50% bagi mahasiswa yang telah menempuh 8 semester hingga semester 12 dan telah dinyatakan lulus ujian seminar proposal. Keringanan 75% bagi mahasiswa yang telah menempuh 8 semester hingga semester 12 dan telah dinyatakan lulus ujian seminar hasil.

Sedangkan pembebasan UKT untuk mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh tahapan penyusunan tugas akhir, sudah ditanggapi rektor di awal. Audiensi berakhir dengan hasil rektor akan mempertimbangkan lagi kebijakan UKT dengan rapat pimpinan. Sehingga batas akhir pembayaran UKT untuk mahasiswa diperpanjang sampai ada keputusan resmi dari birokrat.

Bosco mengatakan rapat pimpinan akan dilaksanakan minggu ini. Ia juga berencana jika akan mengadakan audiensi lagi. “Semisal hasil rapat pimpinan menerima tuntutan, maka tidak ada audiensi lagi,” tuturnya. Sutrisna, setelah dihubungi via pesan singkat, mengkonfimasi bahwa rapat pimpinan diadakan pada Rabu (2/8).

Khansa Nabilah

Check Also

KMP Education Research Conference Buka Pekan Raya KMP 2017

Senin (13/11), suasana ketika KMP Education Research Conference berlangsung. Foto dokumen KMP. foto oleh Danang/EKSPRESI …