Home » Berita » Aliansi UNY Bersatu Tolak SK Rektor dan Pembayaran UKT Penuh

Aliansi UNY Bersatu Tolak SK Rektor dan Pembayaran UKT Penuh

Selasa (29/08), massa aksi yang tergabung dalam Aliansi UNY Bersatu menolak SK Rektor dan Pembayaran UKT Penuh di depan Gedung Rektorat UNY. Foto oleh Kuki/EKSPRESI.

Dialog tertutup terkait penolakan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) penuh serta Surat Keputusan (SK) Rektor UNY Nomor 1.2/UN34/VIII/2017 tentang keringanan pembayaran UKT bagi mahasiswa S1 angkatan 2013 dan mahasiswa D3 angkatan 2014 dilaksanakan di ruang rapat Kemahasiswaan pada Selasa (29/08).

Dialog tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor II Edi Purwanta, Wakil Rektor III Sumaryanto, Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan Informasi Sukirjo, Pembina BEM KM Deny Budi Hertanto, Ketua BEM KM Thifli Habibi, dan 4 mahasiswa S1 UNY angkatan 2013 dan mahasiswa D3 angkatan 2014.

Sementara itu, massa yang tergabung dalam Aliansi UNY Bersatu melakukan aksi diam di depan Gedung Rektorat UNY. Aksi tersebut sebagai tindak lanjut dari hasil keputusan keringanan UKT yang tercantum dalam SK Rektor UNY Nomor 1.2/UN34/VIII/2017 dirasa belum mengakomodasi aspirasi mahasiswa.

“SK yang dikeluarkan oleh rektorat belum mengakomodir tuntutan-tuntutan dari mahasiswa,” jelas Difta Sunanda, staf Kajian dan Riset Politik saat aksi.

Aliansi UNY Bersatu memberikan tiga poin usulan kepada rektorat untuk menyelesaikan persoalan terkait pembayaran UKT mahasiswa S1 pascasemester 8 dan mahasiswa D3 semester 6.

Pertama, memberikan keringanan pembayaran UKT sebesar 50% bagi mahasiswa semester tersebut dan khususnya bagi mereka yang telah seminar proposal skripsi diberikan keringanan pembayaran UKT sebesar 75% dari UKT normal.

Kedua, pukul rata pembayaran UKT sebesar 50% bagi mahasiswa semester tersebut.

Ketiga, memberikan keringanan 25% bagi yang sudah bebas teori, 50% bagi yang sedang melakukan penelitian skripsi, dan 75% untuk mehasiswa yang sudah ujian dan sedang menjalankan revisi lebih dari tanggal 31 Agustus 2017.

Meski demikian, usulan yang diberikan tidak disetujui oleh jajaran rektorat.

“Mengenai tuntutan teman-teman, yang pertama 50% pengurangan UKT bagi mahasiswa yang sudah semester 9 dan proposalnya sudah diterima itu tidak bisa. Yang kedua untuk 25%, 50%, 75% hasil konsolidasi kemarin juga tidak bisa,” terang Thifli kepada massa aksi.

Penolakan dikarenakan usulan Aliansi UNY Bersatu bertentangan dengan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia nomor 212/M/KPT/2017 menurut Wakil Rektor II.

“Kalau saya membuat SK langsung persenannya (sesuai usulan Aliansi UNY Bersatu, Red.) saya bertentangan dengan SK itu (SK Dikti, Red.). SK Rektor kan lebih rendah ketimbang SK Dikti, makanya kami tidak membuat aturan yang bertentangan dengan SK Dikti, sehingga silahkan tetap akan kami akomodasi (aspirasi mahasiswa, Red.) tapi sifatnya pribadi,” jelas Wakil Rektor II.

Dialog tertutup tersebut menghasilkan dibolehkannya pengajuan keringanan UKT bagi yang keberatan kepada Wakil Rektor II dari tanggal 30 Agustus-5 September untuk mahasiswa S1 angkatan 2013 dan mahasiswa D3 angkatan 2014. Kemudian, pembayaran UKT akan diperpanjang hingga tanggal 15 September 2017.

Khusnul Khitam

Check Also

KMP Education Research Conference Buka Pekan Raya KMP 2017

Senin (13/11), suasana ketika KMP Education Research Conference berlangsung. Foto dokumen KMP. foto oleh Danang/EKSPRESI …