Home » Berita » Gempa dan Tsunami Ancam Bandara Kulon Progo

Gempa dan Tsunami Ancam Bandara Kulon Progo

Eko Yulianto (ketiga dari kiri) saat konferensi pers, Selasa (29/8). Foto oleh Rimba/EKSPRESI.

Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Eko Yulianto, memaparkan ancaman yang bakal terjadi jika pembangunan bandara Kulon Progo terus dilanjutkan tanpa adanya pertimbangan serius terkait ancaman yang akan datang.

“Ancaman yang jelas adalah gempa dan tsunami, itu yang harus kita waspadai,” ungkap Eko saat ditemui di University Club UGM, Selasa lalu (29/8).

Eko ditemui selepas ia mengisi workshop yang diadakan Kemenko Maritim, bertajuk “Potensi Bahaya Gempa Bumi – Tsunami di Bandara Baru Kulon Progo (NYIA) dan Metode Mitigasinya”.

Menurut Eko, daerah selatan Jawa, yang juga jadi fokus penelitiannya, adalah daerah yang rawan gempa dan tsunami. Pembangunan apapun harus dilandasi dengan antisipasi mitigasi bencana yang tepat serta akurat.

“Karena kita tahu bahwa disitu (selatan Jawa. Red.) ada ancaman, maka jika kita membangun kita mempertimbangkan itu. Supaya nanti prinsip pembangunan berkelanjutan iu benar-benar kita lakukan,”

Sehingga, kata Eko, tujuan bernegara disamping mensejahterakan masyarakat, juga melindungi masyarakat dari segala macam ancaman, termasuk ancaman bencana, bisa tercapai.

Terkait analisis risiko, menurut Eko, penting dilakukan dalam pembangunan bandara Kulon Progo dan bukan hanya sekadar bermodalkan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

“Itu yang paling penting dan belum pernah dilakukan dengan sangat detail,” tegasnya.

“Di beberapa koran misalnya saya baca, AMDAL sudah dilakukan, tapi itu AMDAL seperti apa. Yang kita perlukan bukan AMDAL tapi analisis resiko,” kata pria yang juga peneliti paleo-tsunami itu.

Jika sekarang, muncul pertanyaan risiko tsunami sudah turun berapa persen, ia jamin seratus persen tidak ada yang bisa menjawab.

Bagaimanapun, menurut Eko, pembangunan bandara hanya akan meningkatkan risiko karena banyak orang datang dan banyak infrastruktur yang akan dibangun.

“Dan itu pasti jika tidak diperhatikan, meningkatkan risiko dan prinsip pembangunan berkelanjutan tidak akan pernah bisa dijalankan,” pungkasnya.

A.S. Rimbawana

Check Also

AMP UP 45 Kembali Gelar Aksi Solidaritas

Suasana ketika diadakan dialog antara AMP UP 45 dengan pihak Dewan Pendidikan Yogyakarta. Foto oleh …