Home » Opini » Marco Asensio: Solusi Mandulnya Trio BBC

Marco Asensio: Solusi Mandulnya Trio BBC

dok.Istimewa

Kiprah Marco Asensio bersama Real Madrid terasa begitu manis. Selain bisa merasakan bermain satu tim dengan bintang Real Madrid lainnya, mengangkat berbagai piala bergengsi, Asensio juga memiliki waktu bermain yang lumayan banyak. Padahal usianya baru menginjak 21 tahun.

Pasca didepaknya Rafael Benitez dari kursi kepelatihan Real Madrid, pihak klub menunjuk Zidane sebagai arsitek selanjutnya. Keraguan pun muncul seketika. Tidak perlu heran kenapa publik Bernabeu mempertanyakan keputusan menunjuk Zidane sebagai pelatih. Sebab, seperti yang kita ketahui Zidane belum pernah menangani klub professional manapun.

Kendati keraguan terus berdatangan, Zidane menanggapinya santai. Benar saja, tak memerlukan waktu lama bersama skuat asuhannya ia meraih banyak gelar. Pengaruh Zidane begitu besar bagi klub. Tak ayal dengan sekejap ia berhasil membungkam keraguan tersebut. Terbaru ia berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions. Padahal belum pernah ada pelatih yang berhasil meraih gelar dua tahun berturut-turut.

Orientasi Zidane yang lebih suka membeli pemain muda dengan harga murah tapi kualitas pemain tersebut tidak perlu diragukan memberikan keuntungan bagi Real Madrid.

Seperti yang kita ketahui, Real Madrid sering menghamburkan-hamburkan uang untuk belanja pemain. Berkat skuat yang mewah, tak salah Los Galacticos menjadi julukan Real Madrid. Bermaterikan uang berlimpah, sanggup mendatangkan pemain kelas dunia, membuat Real Madrid sulit ditaklukkan lawan-lawannya.

Nama-nama tenar seperti Mesut Ozil, Gonzalo Higuain, Raul Gonzales, Iker Casillas, Pepe, Xabi Alonso, Angel di Maria, Ricardo Kaka, sempat mengisi skuat utama Real Madrid. Pemain-pemain tersebut sebagian dibeli dengan harga selangit. Hingga saat ini pun Real Madrid tetap diisi pemain-pemain bintang dengan harga mahal. Nyatanya Real Madrid memang menjadi klub yang sering menjadi sorotan saat bursa transfer.

Skuat yang mewah tentu bukan tanpa resiko. Justru rentan. Pemain-pemain binaan klub atau akademi Real Madrid sendiri bakal kesulitan menembus skuat utama. Begitu pula dampaknya pada pemain muda hasil rekrutan. Pemain yang tidak mampu menunjukkan kualitasnya tentu akan terdepak dari klub dengan sendirinya. Alvaro Morato sempat merasakan kegundahan ketika nasibnya diombang-ambingkan Real Madrid.

Bersama Real Madrid sejak direkrut dari Real Mallorca 2014 silam, Asensio tampil memukau. Bahkan ia bisa saja menggeser posisi Gareth Bale—yang sering mengalami cedera dan cenderung tidak konsisten dalam permainan.

Saat El Clasico pada ajang Piala Super Spanyol beberapa waktu lalu di dua leg tersebut Asensio berhasil menjebol gawang Marc-André ter Stegen dua kali. Berkat golnya tersebut Real Madrid berhasil merebut gelar juara. Sebelumnya saat pramusim Asensio juga berhasil memperdaya penjaga gawang Barcelona. Tercatat tiga gol ia gelontorkan ke gawang saat melawan Barcelona. Hingga pekan ke-7 La Liga ia mampu menorehkan 2 gol menyamai gol Isco dan Bale. Pemain dengan kaki kidal ini bukan saja predator di lini serang Real Madrid, tapi ia juga sering memberikan umpan gol bagi pemain lainnya.

Memasuki pekan ke-7 La Liga, penampilan Bale bisa dibilang mengecewakan. Pemain yang menjadi ujung tombak Real Madrid ini mengalami inkonsistensi dalam penampilan. Hingga sekarang Bale baru mengoleksi 2 gol. Nasib kurang beruntung justru menimpa Benzema, ia harus absen lantaran cedera saat bersua Levante di pekan ke-3 La Liga. Walau Ronaldo telah kembali dari hukuman, hingga saat ini masih belum juga menciptakan gol. Bahkan perolehan gol Ronaldo tertinggal sangat jauh dari Messi dengan 11 gol.

Namun, publik Bernabeu tidak bisa berharap lebih. Bale lebih sering dibekap cedera. Trio Bale, Benzema, dan Ronaldo (BBC) yang digadang-gadang sebagai trio maut yang dimiliki Real Madrid hanyalah mimpi belaka. Asumsi tersebut berlebihan. Bale dan Benzema justru tak bisa melebihi, sekalipun menyamai prestasi Ronaldo. Mereka tak ubahnya partner di lini depan, tetapi sosok predaktor tetap melekat pada Ronaldo.

Penampilan Asensio yang memukau menarik minat banyak klub. Yang paling tertarik, baru-baru ini adalah Manchester United. Bahkan Manchester United dikabarkan terus memantau perkembangan Asensio. Ketertarikan Manchester United membuat kubu Real Madrid mewanti-wanti pemainnya tersebut.

Presiden Real Madrid, Florentino Perez bahkan mengaktifkan klausal pembelian Asensio. Bahkan harga Asensio dikabarkan bisa melebihi pembelian Neymar dari Barcelona. Tak heran apabila Perez memagari Asensio dengan harga selangit. Penampilan yang terus menanjak membuat banyak klub mengincar Asensio.

Langkah Real Madrid dengan memasang harga tinggi pada Asensio merupakan keputusan tepat. Performa apik Asensio bersama Real Madrid dan permainannya yang terus meningkat bisa menjadi solusi ketika permainan Real Madrid mandul. Zidane tidak usah pusing ketika Ronaldo tidak bisa tampil. Asensio menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Tak ayal sekarang ia sangat dicintai oleh Madridista, akan rugi rasanya pihak Real Madrid melepas Asensio—selain usianya yang tergolong muda bakal menajdi aset berharga di masa depan.

Melihat posisi Real Madrid diposisi ke-5 pekan ke-7 La Liga—ketinggalan 7 poin dari Barcelona menjadi sorotan publik. Terlebih lini depan yang tak kunjung tajam, kontribusi Asensio diharapkan dapat mendongkrak performa Real Madrid saat ini.

M.S Fitriyansyah

Editor: Danang Suryo

Check Also

Choirul Huda dalam Pelukan dan Hati Masyarakat Lamongan

Pemain Semen Padang FC (SPFC), Vendry Mofu menerima umpan lambung tepat di kotak penalti Persela, …