Home » Berita » UNY Terbitkan Statuta Baru, Berhentikan Dekan dan Direktur

UNY Terbitkan Statuta Baru, Berhentikan Dekan dan Direktur

Universitas Negeri Yogyakarta.

Widyastuti Purbani, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) diberhentikan dari jabatannya setelah terbitnya Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2017 tentang Statuta UNY pada Kamis (23/11). Alasan pemberhentian Widyastuti tertaut dalam statuta tersebut pada pasal 45 ayat 2 huruf e yang memuat tentang syarat diangkatnya wakil rektor, dekan, wakil dekan, direktur program pascasarjana, wakil direktur program pascasarjana, ketua lembaga, sekretaris lembaga, ketua jurusan, sekretaris jurusan, kepala laboratorium/bengkel/studio, dan kepala unit pelaksana teknis.

“Jadi (statuta) mensyaratkan bahwa calon dekan adalah berpangkat lektor kepala dan saya belum lektor kepala,” tutur Widyastuti ketika ditemui di depan ruang prodi Sastra Inggris, Jumat (24/11). Kendati demikian, pada tahun 2015 Widyastuti dilantik menjadi dekan dengan merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2011 tentang Statuta UNY. Dalam Statuta tersebut, tertulis berpendidikan doktor (S3) bagi calon rektor dan paling rendah magister (S2) bagi calon wakil rektor, dekan, wakil dekan, direktur program pascasarjana, asisten direktur program pascasarjana, ketua lembaga, dan ketua jurusan.

“Saya dianggap tidak berkualifikasi menurut statuta yang baru untuk menjadi dekan, makanya saya diberhentikan,” tambah Widyastuti. Sebenarnya Widyastuti sedang memproses kenaikan pangkat dari lektor ke lektor kepala, tetapi per 23 November, tanggal pemberhentian Widyastuti, Surat Keputusan kenaikan pangkatnya belum juga turun.

“Saya diperintahkan untuk mengkosongkan kantor dan diperintahkan untuk tidak menandatangani dokumen apa saja. Pada hari itu juga saya berkemas-kemas,” kata Widyastuti. Widyastuti sendiri menjalankan tugas menjadi dekan baru 2 tahun dari masa bakti 2015-2019.

“Ya saya punya mimpi banyak tentang FBS. Karena saya merasa FBS punya potensi yang sangat banyak. Saya menggarap tapi garapan saya belum selesai,” tutur Widyastuti. Widyastuti sendiri tidak tahu apakah pemimpin yang akan datang akan meneruskan program kerjanya atau tidak, tetapi ia optimis pemimpin yang akan datang lebih berkualifikasi karena pangkatnya tidak hanya lektor.

(Baca juga: Statuta dan Polemik Pengangkatan Organ Kelembagaan UNY )

“Cita-cita saya yang masih banyak, visi-misi saya untuk FBS belum tercapai. Saya melihat potensi yang belum bisa tergali karena waktu,” tambahnya. Pemberhentian dari jabatan tidak hanya menimpa Widyastuti, Mochamad Bruri Triyono juga dianggap tidak memenuhi syarat menjadi direktur program pascasarjana.

Hal ini dikarenakan Bruri masih berpangkat lektor kepala, sedangkan statuta baru mensyaratkan direktur program pascasarjana harus berpangkat profesor. Karena pemberhentian ini, pejabat sementara untuk menjadi dekan FBS akan diampu oleh Wakil Rektor I, Margana dan untuk Program Pascasarjana akan dijabat sementara oleh Rektor UNY, Sutrisna Wibawa.

Khusnul Khitam

Editor: Danang S

Check Also

Solidaritas Aksi Kamisan untuk Korban Kekerasan Kulon Progo

Amnesty Internasional, Social Movement Institute (SMI), dan KontraS mengadakan aksi Kamisan yang dilakukan dengan berdiam …