Home » Berita » Al-Fayyadl: Warga dan Aktivis Harus Kompak

Al-Fayyadl: Warga dan Aktivis Harus Kompak

Warga penolak penggusuran menghadang laju eskavator yang digunakan untuk menggusur rumah warga, pada Senin (4/12). Foto oleh Rimba/EKSPRESI.

Muhammad Al-Fayyadl, tokoh muda Nahdlatul Ulama sekaligus aktivis agraria, turut hadir ditengah warga Kulon Progo, pada Senin (4/12). Fayyadl datang untuk memimpin sholat dan doa bersama yang diikuti oleh sejumlah warga penolak dan relawan menjelang penggusuran yang dilakukan oleh Angkasa Pura 1 (AP1).

Sebelumnya, pihak AP 1 melalui berbagai media, salah satunya Tribun Jogja (dalam headline Minggu, 3/12), menyatakan bahwa pada Senin (4/12) mereka bakal melakukan tindakan serius terhadap para warga yang masih bertahan. Tetapi, penggusuran itu urung dilakukan. Pihak AP1 ternyata hanya mengeksekusi perumahan yang sudah tak berpenghuni.

Terkait penundaan eksekusi keseluruhan rumah tersebut, tampaknya pihak AP1 perlu berpikir panjang.  Penyebabnya, para relawan tengah bersiap dan menjaga tiap rumah  jika alat berat memasuki pekarangan warga penolak. Setidaknya, terdapat 38 rumah yang penghuninya menolak pindah. “Saya kira itu bentuk kepengecutan dari pihak AP1, karena mereka tidak mau berhadapan secara langsung dengan warga,” ujar Fayyadl.

Ditemui selepas aksi sore kemarin, Fayaddl berpendapat tentang aksi hari itu. “Aksi hari ini, alhamdulilah, berjalan lancar. Menurut saya, ini termasuk strategi baru untuk mempertahankan yang kita miliki, yakni tanpa konfrotasi yang tidak perlu dengan pihak aparat, tapi masih perlu lebih progresif  lagi,” ujarnya ketika ditemui di pelataran depan Masjid Al-Hidayah.

Fayyadl mengatakan, dukungan moral juga perlu diberikan kepada warga penolak. “Dukungan moral maksud saya, gerakan ini harus punya legitimasi keagamanan yang kuat, entah kita bikin acara keagamaan yang lebih besar, misalnya seperti kemarin, waktu acara maulud nabi,” tutur Fayyadl.

Menurutnya, dengan pengawalan isu yang baik dukungan untuk warga akan semakin bertambah, “Jika kita berhasil mengawal isu saya yakin massa yang datang bukan hanya puluhan, ratusan bahkan ribuan, tapi itu tergantung massa yang ada di sini itu harus kompak dan juga teman-teman aktivis, dan juga strateginya seperti apa,” pungkasnya.

A.S Rimbawana

Editor: Danang S

Check Also

Surat Penundaan Dilayangkan Ombudsman, Angkasa Pura I Tetap Lakukan Pembongkaran

Ombudsman RI Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melayangkan surat per 30 November 2017 kepada pihak …