Home » Berita » Solidaritas Aksi Kamisan untuk Korban Kekerasan Kulon Progo

Solidaritas Aksi Kamisan untuk Korban Kekerasan Kulon Progo

Massa menggelar Aksi Kamisan di Tugu Yogya, Kamis (7/12). Aksi ini digelar salah satunya sebagai solidaritas untuk aktivis di Kulon Progo yang beberapa waktu lalu mendapat kriminalisasi dari kepolisian. Foto oleh Yayan/EKSPRESI.

Amnesty Internasional, Social Movement Institute (SMI), dan KontraS mengadakan aksi Kamisan yang dilakukan dengan berdiam diri sambil memegang payung berwarna hitam. Bob selaku koordinator umum aksi Kamisan mengatakan aksi ini dilakukan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menolak lupa terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), baik pelanggaran HAM masa lalu maupun yang sedang terjadi saat ini. Aksi dilakukan di Perempatan Tugu, pada Kamis (7/12) pukul 16.00 WIB.

Aksi ini juga sebagai solidaritas terhadap relawan aktivis dan warga Kulon Progo yang mendapat kriminalisasi dari pihak kepolisian pada Selasa (5/12). 12 orang aktivis diambil paksa dengan cara kekerasan. “Aparat yang memukul, menginjak-injak itu termasuk pelanggaran HAM,” ungkapnya.

“Spesifiknya tentang pelanggaran HAM. Kasus di Kulon Progo kami menyoroti yang hari Selasa kemarin mengenai tindakan kekerasan dan kriminalitasnya,” terang Bob. Menurutnya kronologis penangkapan relawan aktivis dan warga Kulon Progo terjadi saat pihak kepolisian datang di lokasi kejadian. Dengan membawa alat berat sambil merobohkan pohon-pohon yang berada di depan masjid Al-Hidayah, Temon. Relawan aktivis dan warga melakukan perlawanan. Tanpa ada dialog, aparat kepolisian langsung melakukan tindakan kekerasan dan kriminalitas. Saat itu, ada 38 relawan aktivis dan warga yang berada di Masjid Al-Hidayah.

Aksi Kamisan di Yogyakarta sudah berjalan selama 4 tahun sejak tahun 2013. Aksi ini diinisiasi oleh Social Movement Institute. Kamisan dilakukan secara terus-menerus pada setiap hari Kamis. Dimulai dari pukul 16.00 WIB hingga 17.00 WIB. Isu yang disuarakan mengenai pelanggaran HAM.

“Aksi ini sudah menjadi sikap kami. Secara umum kami bawa isu kasus Munir, kasus HAM di Lampung, dan kasus pelanggaran HAM tahun 1965,” pungkasnya.

Fahrudin

Editor: Danang S

Check Also

Untuk Kesekian Kali, AP I dan Aparat Kembali Berupaya Membersihkan Lahan

Ratusan aparat kepolisian kembali dikerahkan dalam kegiatan land clearing (pembersihan lahan) di Kecamatan Temon, Kulon …