Home » Berita » Wakil Rektor III: Tidak Ada BEM, Tidak Masalah

Wakil Rektor III: Tidak Ada BEM, Tidak Masalah

Sumaryanto, Wakil Rektor III, Universitas Negeri Yogyakarta/ dok. EKSPRESI.

Sumaryanto, Wakil Rektor III (WR III) Universitas Negeri Yogyakarta mengatakan garis antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan Rektorat bersifat instruktif. BEM dengan Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat universitas itu setara, tidak ada garis struktural. Masing-masing mempunyai pembimbing dengan staf ahli tersendiri, di bawah Kepala Bagian Kemahasiswaan.

“Karena jalur struktural, nggak ada BEM buat saya tidak masalah. Ada UKM itu baik-baik saja,” kata Sumaryanto ketika ditemui di ruangannya pada Senin (11/12). Saat Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2017, Sumaryanto merasa kecewa terhadap BEM. Menurutnya, PKKMB adalah acara yang diselenggarakan BEM, tetapi pihak BEM yang mengacaukannya juga dari BEM sendiri. Ada beberapa contoh kegiatan PKKMB yang menurutnya keterlaluan.

Pertama, WR III hanya ingin mengordinasikan koreografi angka 72 dan merah putih. Angka 72 dengan warna merah dan latarbelakang berwarna putih dengan diiringi paduan suara. Namun hal tersebut tidak diperbolehkan BEM, karena mengira pihak birokrat campur tangan dalam urusan PKKMB.

Kedua, PKKMB mengundang Komandan Resort Militer. Pihak panitia menyepakati, tetapi ketika di lapangan terdapat unsur BEM yang menolak. Sumaryanto mengatakan hal tersebut tidak sportif. “Kalau nggak setuju pembicaranya militer, sejak awal BEM menarik diri. Nanti kami nggak libatkan,” terangnya.

Ketiga, perihal organisasi ekstrakampus yang masuk ke dalam Display Organisasi Mahasiswa ketika PKKMB. Menurutnya organisasi ekstrakampus bukan ranah birokrat dan hal tersebut tidak diizinkan. Masuknya organisasi ekstrakampus ditakutkan bakal menimbulkan perang saudara di kampus antara organ ekstra dan intra. Selain itu, yang terlihat hebatnya di UNY adalah organ ekstra. “Bisa (anggota) organ ekstra menjadi delegasi UNY untuk mengikuti perlombaan? Ya nggak bisa,” tambahnya.

Saat ditanya mengenai penurunan Uang kuliah tunggal (UKT), menurutnya, hal tersebut bukan tugas BEM. Sumaryanto menjelaskan bahwa UKT prinsipnya individual, yang bersangkutan yang mengisi datam dan akan ditentukan besaran UKT-nya. “Hal-hal yang bersifat individual itu ranahnya permahasiswa. Ya sudah, mahasiswa mengajukan saja,” terangnya. Pada tanggal 13 Desember, mahasiswa UNY menggunakan hak pilihnya untuk memilih calon ketua dan wakil ketua Ormawa. Sumaryanto mengharapkan agar BEM lebih baik. Sumaryanto menambahkan, “BEM ora usah nggaya. Apapun mahasiswa itu di bawah bimbingan dosen,” pungkasnya.

Fahrudin

Editor: Danang Suryo

Check Also

Untuk Kesekian Kali, AP I dan Aparat Kembali Berupaya Membersihkan Lahan

Ratusan aparat kepolisian kembali dikerahkan dalam kegiatan land clearing (pembersihan lahan) di Kecamatan Temon, Kulon …