Home » Berita » Aksi Tolak Reklamasi Tidak Ditanggapi
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM SI wilayah Jabodetabek dan Banten, melakukan Aksi di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta. Foto oleh Reza/EKSPRESI.

Aksi Tolak Reklamasi Tidak Ditanggapi

Selasa (23/1), Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM SI wilayah Jabodetabek dan Banten, melakukan Aksi di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta. Foto oleh Reza/EKSPRESI.

Aksi Tolak Reklamasi yang dilakukan oleh Aliansi BEM SI wilayah Jabodetabek dan Banten tidak mendapatkan hasil. Aksi yang diadakan di depan gedung Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (23/1), tidak di tanggapi oleh Pemprov DKI Jakarta. Pihak Pemprov DKI Jakarta khususnya Anies-Sandi selaku Gubernur dan Wakil Gubernur tidak kunjung menemui mereka selama aksi tersebut.

Muhammad Rijaul Afif, mahasiswa STEI SEBI, selaku Koordinator Umum menjelaskan, sudah beberapa kali perwakilan massa aksi mencoba bernegosiasi agar pemprov DKI Jakarta khususnya Anies-Sandi mau menemui mereka. “Dari awal aksi sekitar sehabis (salat) Zuhur, kami sudah beberapa kali melakukan negosiasi dengan mereka. Tetapi sepertinya mereka tidak peduli,” jelas Afif.

Berdasarkan keterangan dari Menta Basita, selaku staf Humas Balai Kota DKI Jakarta, hanya ada Sandi di Balai Kota, karena Anies sedang menghadiri undangan Presiden di Istana Negara. “Saat ini yang ada hanya Pak Sandi. Pak Anies sedang berada di Istana Negara, kebetulan sudah terjadwal dari kemarin dan diundang langsung oleh Pak Presiden,” jelas Menta, saat di temui, di halaman depan Balai Kota. Sedangkan Sandi yang juga sedang berada di halaman depan Kantor Balai Kota saat itu, enggan berkomentar mengenai Aksi Tolak Reklamasi Teluk Jakarta tersebut.

Tetapi Afif menyatakan, sebelum melakukan Aksi perwakilan mahasiswa sudah mengirimkan surat kepada Pemprov DKI Jakarta, agar mahasiswa bisa beraudiensi dengan Anies-Sandi. “Sebenarnya, tanggal 19 kemarin kami sudah mengirimkan surat untuk audiensi dengan Anies atau Sandi, tetapi saat ini sepertinya mereka tidak mau menemui kami,” tambah Afif.

Hal ini membuat Dems Sinoah, mahasiswa Institut STIAMI, salah satu peserta aksi, sangat kecewa dengan sikap Pemprov DKI Jakarta. “Saya sangat kecewa dengan sikap pemerintah yang sangat anti kritik dengan tidak bersedia menemui kami, padahal kritik kami sangat membangun,” jelas Dems.

Tuntutan Tidak Tersampaikan

Dalam rilis pers aksi, terdapat dua tuntutan kepada Pemprov DKI Jakarta dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pertama, meminta Anies-Sandi (Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta) untuk merealisasikan janji-janji kampanye, dalam hal ini menolak dengan tegas dan memberhentikan proyek Reklamasi Teluk Jakarta. Kedua, mendesak BPN selaku badan teknis untuk mencabut sertifikat tanah kepada pulau-pulau Reklamasi Teluk Jakarta.

Pada awalnya jika massa aksi berhasil beraudiensi dengan Pemprov DKI Jakarta, masa Aksi akan melakukan longmarch dari depan gedung Balai Kota sampai Gedung BPN. Hal ini di jelaskan oleh Muhammad Rivaldi Pratama Putra, mahasiswa Institut STIAMI, selaku koordinator lapangan. “Jika sesuai rencana, dan kita berhasil audiensi dengan pihak Pemprov, kita akan mulai longmarch ke Gedung BPN. Tetapi dari tadi kita coba bernegosiasi. Namun tidak ada hasil,” kata Rivaldi, saat ditemui pada waktu istirahat salat Asar.

Rivaldi juga menyatakan jika pihak Pemprov DKI hari ini tidak kunjung menemui massa aksi sampai berakhirnya batas waktu. Massa aksi akan tetap mengikuti aturan dengan membubarkan diri secara damai. “Kita akan tetap mengikuti aturan, dengan membubarkan diri jam 6 sore nanti. Tapi bukan berarti kita berhenti sampai di sini, kami akan terus melakukan aksi-aksi selanjutnya, sampai reklamasi benar-benar berhenti,” tandas Rivaldi.

Reza Egis

Editor: Danang S

Check Also

BEM SI Ikut Aksi 4 November, Ini Kata Ketua BEM UNY

Ilustrasi Bendera BEM SI. Dokumen Istimewa Ekspresionline.com – Ketua BEM UNY, Zaky Mubarok Izzudin, membenarkan …