Home » Foto » Festival Guyub Murup: Merayakan Perlawanan

Festival Guyub Murup: Merayakan Perlawanan

Festival Guyub Murup (FGM) merupakan ruang bersama kolaborasi warga dan relawan dalam penolakan terhadap rencana pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Pembukaan FGM diadakan di salah satu rumah warga Paguyuban Warga Penolak Penggusuran – Kulonprogo (PWPP-KP), Minggu lalu (04/02) di Palihan, Temon, Kulonprogo.

FGM akan diadakan selama sebulan ke depan –dan direncanakan akan berlangsung selama satu tahun. Mengangkat tema “Suara Tani Tapak Pesisir”, acara ini diselenggarakan untuk menyuarakan perjuangan warga Temon yang sedang mempertahankan tanah, rumah, dan kehidupannya.

Imam Ghazali

Next Prev
Foto 1: Mural bersama dilakukan oleh para seniman, relawan, dan pengunjung yang datang ke acara pembukaan FGM.
Foto 2: Donasi dan lapak sablon kaos dari Persatuan Pemuda Anti Diktator (PREDATOR), salah satu paguyuban pemuda penolak bandara di Kulonprogo.
Foto 3: Penerbangan layang-layang sebagai simbol acara FGM dibuka.
Foto 4: Orasi solidaritas dari Kawit, salah satu warga penyintas penggusuran di Parangkusumo. Orasi solidaritas juga dari Widodo warga Paguyuban Petani Lahan Pantai – Kulon Progo (PPLP-KP), Dodok dari Jogja Ora Didol, dan Naomi Srikandi mewakili Teman Temon.
Foto 5: Sambutan perwakilan warga PWPP-KP.
Foto 6: Doa bersama dan pemotongan tumpeng.
Foto 7: Doa bersama.
Foto 8: “Shoot photos not people”, pameran foto Underfire Galery Collective, solidaritas dari London, yang memanfaatkan dinding lorong rumah warga penolak bandara sebagai ruang berpartisipasi.
Foto 9: “Lampu-lampu genset berkelipan di tempat yang sepi, di antara pohon yang tumbang, di kota yang terlena dalam mimpinya.” Sebuah Tanya – Gie (remix)
Foto 10: ‘Tanam Terus Pantang Mundur!’ salah satu mural bersama di sela-sela acara pembukaan FGM.
Next Prev

Check Also

Berebut Gunungan di Grebeg Maulud

Bersantai sebelum memikul gunungan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (1/12). Foto oleh Yayan/EKSPRESI. …