Home » ekspresionline

ekspresionline

Komune Sebagai Budaya-Tanding: Memungkinkan Ketidakmungkinan

Oleh Laksmi A. Savitri (Dosen antropologi UGM) La comuna o nada (the commune or nothing) -Hugo Chavez- Apakah melawan sesuatu yang besar dan telah meresap ke lubuk hati yang paling dalam, seperti kapitalisme, itu mungkin? Apa bisa sistem sebesar kapitalisme dilawan dengan tindakan-tindakan kecil? Bukankah sebuah totalitas sistem harus dilawan dengan totalitas juga? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini barangkali kita perlu …

Read More »

Dosen versus Mahasiswa di Rabu UNYu

dok. istimewa Stand Up Comedy Rabu UNYu Spesial Selasa yang berlangsung pada Selasa malam (25/4) di Aula Student Center lantai 3 mengusung tema dosen versus mahasiswa. Dosen menjadi tokoh yang menarik perhatian pengunjung dalam acara yang digagas oleh Magenta Radio ini. Dikatakan oleh Wulandari, mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, “Saya datang ke sini karena ingin melihat dosen saya melucu.” Acara …

Read More »

Forum BEM DIY Lakukan Aksi Solidaritas Ibu Patmi

Aksi solidaritas Forum BEM DIY | Munandhar/EKSPRESI Forum BEM DIY melakukan aksi solidaritas untuk Ibu Patmi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Minggu (26/03). “Aksi ini untuk memperingati meninggalnya Ibu Patmi, seorang pejuang yang getol monolak berdirinya pabrik semen di Kendeng,” terang Fattah selaku Koordinator Umum. Ibu Patmi adalah warga Kendeng yang melakukan aksi cor semen di depan Istana Kepresidenan. Kemudian …

Read More »

Memelihara Ketakutan

Oleh Geger Riyanto (Peneliti sosiologi, bergiat di Koperasi Riset Purusha) Saya paham betapa mengerikannya penguasaan tanah satu negeri oleh segelintir orang. Saya paham, tak ada pikiran waras yang dengan sendirinya dapat membenarkan angka dari Badan Pertanahan Nasional. Angka yang menunjukkan, 56 persen properti, tanah, dan perkebunan di Indonesia dikuasai oleh 0,2 persen penduduk. Namun begitu, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, yang …

Read More »

Delusi Agen Perubahan

Oleh Windu Jusuf (Kolumnis Indoprogress.com) Saya hanya bisa geleng-geleng kepala saat mendengar istilah “hipokrisi mahasiswa saat ini”. Sebabnya sederhana: bukannya kesimpulan itu selalu didasari prasangka bahwa generasi mahasiswa hari ini dan yang akan datang selalu saja lebih bodoh, cetek, lembek, tidak peduli masyarakat, dan hanya kepingin bersenang-senang? Kata “lebih” di sini menjadi problematis. Lebih dari siapa? Jika hanya “kita” yang …

Read More »