Home » ekspresionline (page 3)

ekspresionline

Delusi Agen Perubahan

Oleh Windu Jusuf (Kolumnis Indoprogress.com) Saya hanya bisa geleng-geleng kepala saat mendengar istilah “hipokrisi mahasiswa saat ini”. Sebabnya sederhana: bukannya kesimpulan itu selalu didasari prasangka bahwa generasi mahasiswa hari ini dan yang akan datang selalu saja lebih bodoh, cetek, lembek, tidak peduli masyarakat, dan hanya kepingin bersenang-senang? Kata “lebih” di sini menjadi problematis. Lebih dari siapa? Jika hanya “kita” yang …

Read More »

Mereka yang Menolak Mati

Oleh Aunurrahman Wibisono (Jurnalis Tirto.id) “When you start thinking about what your life was like 10 years ago –and not in general terms, but in highly specific details– it’s disturbing to realize how certain elements of your being are completely dead. They die long before you do.” (Chuck Klosterman dalam Killing Yourself to Live: 85% of a True Story) Beberapa …

Read More »

Kerinduan Anakmu, Sayang

  Wajahmu memang tak asing, sayang. Ketika paku menjatuhkan runcingnya untukmu, sebuah pilihan. Yang terjadi hanya beribu berita pencintraan, demi kemenangan. Kemudian datanglah berbagai cerita Berbagai peristiwa Juga serangkaian pertikaian kata-kata. Sekali lagi Demi kemenangan sayang. Demi mewakilimu di kancah kepemimpinan. Demi itu pula rela memecah belah anak-anakmu, sayang. Wajah bertopeng mulai berkeliara. Mengelabui anak-anakmu yang masih awam. Hingga mereka …

Read More »

Orbit

Saat telah bersama mengapa tak kau berikan Ribuan perhatianmu padaku, yang bisa membuatku tersipu Malah kau abaikan aku, menganggapku tak ada dihadapanmu Saat telah bersama, mengapa tak kau berikan Limpahan kasih sayangmu padaku, yang selalu kurindu setiap waktu Malah kau tak hiraukanku , tak pernah tanya perasaanku Saat telah bersama, mengapa tak kau berikan Ratusan kata-kata indah, yang bisa membuatku …

Read More »

Kembali

Di selasar masjid, ubin-ubin retak menjerit bersahutan Pada tapak kaki sang peronta yang basah bersimbah darah Sumpah serapah bilik kacaukan gemuruh tikar Juga rak-rak yang ikut gaduh padahal yang punya mengaduh Malam kian sunyi, yang menjerit berganti sepi Yang gemuruh makin meresapi, menelusup cahaya temaram palung hati Tunduk kepala carikan maafnya tak kalah ruah samudera Maka bergetar arasy terima perintah …

Read More »