Home » Ahmad Yasin

Ahmad Yasin

Buku Komunis Dilarang Beredar di Mocosik Festival

Ekspresionline.com–Beberapa hari sebelum penyelenggaraan, beredar foto nota kesepemahaman atau memorandum of understanding (MoU) peserta bazar buku Mocosik Festival di media sosial. MoU tersebut menuliskan bahwa para peserta bazar mewakili penerbit, menyatakan kesediaannya untuk tidak membawa, menjual, mengedarkan, memajang buku atau segala bentuk muatan buku baik produk audio maupun visual yang bertemakan SARA dan komunis. Saat dikonfirmasi pada Jumat (20/4) di …

Read More »

Film ‘HAM, Aku Nang Kene’ Mempertanyakan Pembangunan

Paguyuban Warga (PW) UNY mengadakan pemutaran film “HAM, Aku Nang Kene” pada Kamis (15/3) di Student Center UNY, lantai 1. Film dokumenter garapan Jogja Darurat Agraria dan Omah Kreatif ini merupakan gabungan video dokumentasi yang diambil saat terjadi penggusuran rumah warga oleh Angkasa Pura I dan aparat di Temon, Kulon Progo. Pada sesi diskusi setelah pemutaran film, Wisnu Utomo, selaku …

Read More »

Menjadi Bandit untuk Melawan Penindasan

Aksi perbanditan atau premanisme bukanlah peristiwa kontemporer. Di Indonesia, ia telah memiliki akarnya sendiri setidaknya sejak abad ke-19. Namun, aksi premanisme masa itu lebih didasari pada ketidakpuasan terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda, alih-alih hanya sebentuk kejahatan semata. Pada abad ke-19, Yogyakarta dan Surakarta merupakan daerah subur yang dijadikan perkebunan. Hasil-hasil perkebunan berupa tebu, tembakau, indigo, dan kopi dihasilkan dari perusahaan-perusahaan …

Read More »

Whiplash: Keterasingan Seorang Drumer yang Ambisius

Andrew Neiman datang ke sekolah musik paling prestisus di New York, Shaffer Conversatory, dengan semangat menjadi drumer. Tentunya bukan drumer biasa, tetapi seorang drumer musik jaz yang berteknik. Refrensinya tak main-main, Budy Rich dan Jo Jones. Wajah kedua drumer jaz kawakan itu menempel di dinding kamarnya. Di salah satu poster terdapat kutipan dari Budy Rich “Jika kau tidak punya keahlian, kau akan bermain di band rok.” Selain menyindir …

Read More »

Agar Kita Tak Terburu-buru Menghakimi Mourinho

Apa yang paling dikenang dari Piala Dunia 1974? Keindahan? Sepanjang hajatan terbesar sepak bola yang dihelat di Jerman itu, tim oranye berhasil memberikan kesan bahwa permainan 11 versus 11 memang harus dipersembahkan dengan indah. Melalui keahlian mengumpan dan meguasai bola, Belanda berhasil menyihir ribuan pasang mata penikmat sepak bola. Meskipun demikian, kegagalan Belanda memburu trofi Piala Dunia juga menyisakan ironi: …

Read More »