Home » Opini (page 10)

Opini

November, 2015

  • 24 November

    Mahasiswa Apatis Politik

    Di Indonesia, mahasiswa pernah menuliskan sejarah gemilang dengan meruntuhkan rezim politik otoriter Soeharto. Jiwa kritis dan berani melawan rezim yang sudah berdiri 32 tahun tersebut kita kenang dengan sebutan reformasi. Mahasiswa angkatan ini berani mengorbankan banyak hal untuk mempertahankan idealisme mereka. Mulai dari waktu, tempat, hingga nyawa menjadi konsekuensi yang harus siap dipertaruhkan. Pengorbanan ini adalah wujud kepedulian mereka terhadap …

  • 8 November

    Siapa Berhak Jadi Pejuang Lingkungan?

    Sebelum pergantian abad 20 ke abad 21 berlangsung, tepat pada 4 September 1998, perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) terbesar di Indonesia secara resmi mengumumkan penyatuan dua perusahaan: Danone dan Aqua (PT. Tirta Investama). Di alaf pertama, perusahaan multinasional asal Perancis ini meningkatkan kepemilikan saham PT. Tirta Investama dari semula 40% menjadi 74%. Peningkatan saham PT. Tirta Investama ini menimbulkan …

October, 2015

  • 28 October

    Sumpah Pemuda itu Puisi

    Soempah Pemoeda Pertama:Kami poetra dan poetri Indonesia, Mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kedua: kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia,  mendjoendjoeng bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Djakarta, 28 Oktober 1928 Kalimat sakral tersebut, jika kita cermati, memang sedikit banyak mirip puisi. Dan ternyata, bait-bait sumpah pemuda itu memanglah sebuah …

  • 17 October

    Manusia Modern dan Keterasingan Pancasila

    Akeh wong ngutamakake royal lali kamanungsane, lali kebecikane lali sanak lali kadang akeh bapa lali anak akeh anak mundhung biyung sedulur padha cidra keluarga padha curiga kanca dadi mungsuh manungsa lali asale   Banyak orang hamburkan uang lupa kemanusiaan, lupa kebaikan lupa sanak saudara banyak ayah lupa anaknya banyak anak mengusir ibunya antar saudara saling berbohong antar keluarga saling mencurigai …

  • 16 October

    Ketika Mahasiswa Tak Saling Sapa

    Ketika berjalan di koridor depan ruang kelas Fakultas Ilmu Sosial—yang dikenal sebagai kampus pergerakan—saya menemui dua sahabat saya yang begitu berbeda dari segi fesyen. Kontras cara berpakaian dari kedua sahabat saya ini, membuat mahasiswa baru pun akan tahu mana yang ber-genus kritikus dan mana yang ber-genus kuliah-pulang kos. Sahabat yang pertama yang mendaku sebagai aktivis, berpakaian apa adanya, berambut panjang, …