Home » Opini (page 37)

Opini

September, 2012

  • 10 September

    Rosihan Anwar Wartawan Lima Zaman

    Kiranya tak ada wartawan yang bisa menyaingi Rosihan Anwar dalam urusan wartawan terlama Indonesia. Rekam jejaknya sebagai jurnalis dimulai bahkan sejak pendudukan Jepang di tanah air. Ya, Rosihan sudah jadi wartawan Asia Raya tahun 1943. Tak heran jika dia dijuluki sebagai wartawan lima zaman, Zaman Kolonial Belanda, pendudukan Jepang, Kemerdekaan/ Orde Lama, Orde Baru dan Reformasi sampai sekarang. Rosihan lahir …

  • 10 September

    Belajar Dari Soe Hok-Gie

    Karena menulis selalu seksi, barang kali itu yang menjadikan Gie tak pernah berhenti untuk menulis. Perjalanannya naik gunung, curahan hati dan keresahanya akan kondisi masyarakat dan bangsa pada zamannya ditulisnya dengan rajin. Bahkan dikamarnya yang berpencahayaan minim dan banyak sekali nyamuk seperti dituturkan Arif Budiman, kakak kandungnya seperti tertulis dalam pengantar buku Soe Hok-Gie: Catatan Seorang Demonstran, LP3ES terbitan tahun …

  • 10 September

    Dari Dosen Menjadi Jurnalis

    Sempat mengajar di Fakultas Sastra dan Seni IKIP Yogya (kini FBS UNY), dan memimpin grup drama di Jurusan Sejarah Fakultas Keguruan Ilmu Sosial (sekarang FIS ) kampus yang sama medio 1964-1967, pria yang meninggal pada 24Juli 2011 ini akhirnya memilih jurnalis sebagai jalan hidupnya. Di tahun ’71, bersama Goenawan Mohamad, Fikri Jufri, Christianto dan 30an wartawan lainnya Syu’bah Asa ikut …

  • 9 September

    Karni Ilyas: Semua bermula dari mimpi

    Sosoknya kerap muncul di stasiun TV TVOne membawakan acara Indonesia Lawyer Club setiap Selasa malam pukul 19.30 Wib. Sebuah talkshow interaktif yang membahas permasalahan yang sedang hangat di tanah air, kebanyakan perkara hukum. Dengan suara yang serak-serak basah lantaran dia perokok berat, Karni Ilyas selalu memandu acara itu dengan kemasan yang menarik. Nama lengkapnya sebenarnya Sukarni Ilyas. Pria asli minang …

  • 9 September

    KR, Suhu Jurnalis Foto Indonesia

    Pernah punya uang lima puluhan ribu bergambar wajah Presiden RI Suharto sedang tersenyum ? atau setidaknya pernah melihat dan mengetahuinya bukan ? Konon gambar itu terinspirasi dari hasil jepretan wartawan foto Kartono Ryadi. Foto berjudul “Senyum dan Tepuk” yang diambil tahun 1981 itu mengilhami Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) untuk mengisi gambar uang pecahan Rp. 50.000,. yang …