Home » Opini (page 39)

Opini

August, 2011

  • 13 August

    Jilbab dan Kehormatan Seorang Wanita

    (dok. istimewa) Kepada Siti Nurjannah yang telah menaggapi tulisan saya sebelumnya, ada beberapa hal yang mesti saya sampaikan kepada sampeyan karena telah menulis opini yang bertujuan untuk “meluruskan” apa yang sudah saya tulis pada website ini. Yang paling utama, terima kasih dan terima kasih banyak. Sudah lama tulisan saya tak pernah ditanggapi orang lain. Orang terakhir sebelum sampeyan yang pernah …

  • 12 August

    Cerita Maba FIK Tentang Kronologis Aksi Balik Badan

    Bila orientasi Studi dan pengenalan kampus (OSPEK) bermaksud mengenalkan kampus pada mahasiwa baru (maba), alhamdulillah, saya sudah kenal Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sejak kelas 4 SD. Bahkan mungkin, saya lebih dahulu kenal UNY dibanding kakak-kakak pemandu OSPEK, bahkan dibanding kakak-kakak tingkat.

  • 10 August

    Punya Prinsip Tak Berarti Fanatik

    Indonesia mengakui adanya lima agama dan satu kepercayaan. Setiap agama mempunyai tradisi dan ciri khas masing-masing. Perbedaan itu bukan menjadi sumber perpecahan, justru seharusnya menjadi sumber kekayaan bangsa—kaya akan kultur. Kemajemukan Indonesia dirangkai dalam suatu semboyan yang sangat apik, Bhinneka Tunggal Ika, “berbeda-beda namun tetap satu jua”. Maksudnya jelas dan eksplisit, kita majemuk sekaligus satu. Siang itu (8/8), saya menemui …

  • 10 August

    Tanggapan Atas “”Ramadhan Pembodohan ala Panitia Ospek”

    Terlebih, dalam Islam, tak ada hukum jinayat yang diberlakukan kepada orang-orang yang tidak menutup aurat mereka. Dan aurat, dalam tuntunan syar’i, hanya wajib ditutup saat sholat semata. (“Ramadhan Pembodohan ala Panitia Ospek”, Aufannuha Ihsani, ekspresionline.com, 4 Agustus 2011) Ada satu hal yang perlu menjadi sebuah kita  sebagai seorang muslim, sekali lagi kita sebagai seorang muslim, bukan kita sebagai anggota organisasi …

  • 6 August

    Pakaian Adat Pakaian Aurat

    ”Anda kan seorang penafsir Al Qur’an terkemuka di Indonesia, tapi kenapa Anda ’mengijinkan’ anak Anda (Najwa Shihab—yang kebetulan saat itu sebagai MC juga) tidak menggunakan