Home » Resensi (page 2)

Resensi

Dongeng Kontemporer dari Jawa

Judul Buku: Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi Penulis: Yusi Avianto Pareanom Penerbit: Banana Tebal: 470 Halaman Tahun Terbit: Maret 2016 Raden Mandasia, pangeran kedua belas Kerajaan Gilingwesi, adalah seorang pencuri dalam pengertian ia mengambil milik orang lain tanpa permisi. Tapi, ia bukan sembarang pencuri jika memang ada pengertian yang demikian. (Halaman 18). Diceritakan ada seorang pemuda bernama Sungu Lembu, …

Read More »

Si Pembunuh Penyuka Bollywood

Judul: Dawuk: Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu Tahun terbit: Juni 2017 Penulis: Mahfud Ikhwan Penerbit: Marjin Kiri Desa Rumbuk Randu, desa yang konon dulunya banyak ditumbuhi pohon Randu itu memiliki sebuah kisah yang sampai saat ini masih dibungkam. Sebuah kisah tentang seorang pembunuh yang memiliki perawakan buruk rupa. Pembunuh itu bernama Mat Dawuk, dengan penampilan bibir cuil, hidung melesak, kulit …

Read More »

Rosetta: Menguntit Hidup Si Gadis Malang

Pernah dengar istilah “Undang-Undang Rosetta”? Ini undang-undang yang melarang para bos menggaji karyawan remaja di bawah upah minimum di Belgia. Orang bilang, undang-undang ini adalah efek dari film Rosetta. Dua bersaudara Luc & Jean-Pierre Dardenne, sebagai sutradara, menepis klaim itu dalam wawancara dengan The Guardian pada 2006. Tidak mengherankan jika klaim efek Rosetta tersebut begitu populer. Film ini memang menyajikan …

Read More »

Catatan Akhir Sebelum Menjadi Guru

Sejumlah pelakon naik panggung dengan suasana yang hening. Terkhusus lakon lelaki tua, dikelilingi oleh gadis-gadis berkebaya nan anggun. Ia kemudian membuka bukunya. Maka, berceritalah ia kepada murid-murid itu tentang “Distilasi Dirga”—judul naskah pementasan teater yang sedang mereka mainkan. Suasana berubah menjadi ruang kelas yang ramai. Lima remaja SMA masuk dan membicarakan hal-hal yang tidak terlalu penting; mode, barang baru, menggosip …

Read More »

Kartini, Pelopor Kemajuan Peradaban Rakyatnya

Lantunan tembang Jawa pada malam yang senyap dan kelam menjadi pembuka sebuah latar abad-19. Keributan malam terjadi. Terdengar suara tangisan bayi. Ialah Kartini, seorang anak dari Bupati Jepara yang dilahirkan pada 21 April 1879. Kisah beranjak pada Kartini kecil. Ia menangis karena tidak diizinkan lagi tidur bersama Ngasirah muda (Nova Eliza), Ibu kandungnya. R.M.A. Sosroningrat, ayah Kartini (Deddy Sutomo), mengatakan kepada …

Read More »