RSS

Archive for the ‘Sastra’ Category

January 12th, 2012 - 13:54 § in Sastra

Malam Tak Bergairah

Oleh: Taufik Nurhidayat Kucing lapar matanya mengolok-olok keraguanku Bintang-bintang liar kemana perginya Tembok tua kaku diam tiada berkata Aku sepi aku bungkam, mengadu pada hati Pentas malam tiada berkarya Kucing lapar itu, hanya biarkan tikus permisi dihadapan mata liarnya Anjing jalan it[...]

January 12th, 2012 - 13:53 § in Sastra

Nyanyian Para Gelas

Oleh: Taufik Nurhidayat Apakah gelas-gelas mengenal dosa? Gelas-gelas bagai bernyawa di sisi pembaringanku tiap malam. Bisik berbisik hingga aku tak bermimpi. Apa yang mereka sembunyikan? Apa salahku? [...]

December 8th, 2011 - 19:05 § in Sastra

Sangat

Oleh: Jaka Hendra Baittri Hold me, You shall never ever shee me Blankets will notn hesitate me Flowers shan’t even wake (Glow by Frau) Lani, aku akan tetap menuliskan puisi untukmu. Karena aku merindukanmu. Jangan bersabar dalam keragu-raguan. Aku sangat merindukanmu. Setiap pagi seperti nyanyian [...]

October 19th, 2011 - 15:32 § in Sastra

Lakonku

i) Biarkan aku sejenak berhenti bernafas Untuk melihat yang ada di kedalaman Kelelawar bilang, “takkan lama” Maka aku tak ingin [...]

October 19th, 2011 - 15:28 § in Sastra

Nelayan

Pasir putih, bertabur menyerahkan Kisah dari laut, peluh para pelaut Kelam memutih padat di tangan Kabur nyiur mengisahkan Pagi, berkokok menyangga bakul Di punggung sampan pelan menyambang Terima kepulan api yang Pelan mengasihi 18/9/2011 (Mutayasaroh) [...]

August 1st, 2011 - 13:04 § in Sastra

Sajak-sajak Armada Nurliansyah

Semacam Filantropi Kubenamkan  matamu Pada hikayat-hikayat malam [...]

May 29th, 2011 - 16:21 § in Sastra

Genesis

bercak tinta di ujung jariku, ludmilla, dan kau memintaku menggubah sajak tentang kita. ah, pertemuan kita baru sekerjap saja. perkenalan di pangkal pikiran yang rumit, lalu buru-buru kutafsirkan kau pada makna, sementara belum lagi kau kupahami sepenuhnya. maka mari, mari berbincang mesra. pernah k[...]

May 29th, 2011 - 16:16 § in Sastra

Menyapa Sunyi

(1) Aku mengapungkan sunyi pada cangkir kopi sisa semalam. Dan aku mengendapkan derai dalam rinai hujan sore ini. Aneh, guguran salju pagi tadi berwarna merah, membuat mawar berwajah sayu. Mawar, yang kuhiasi dengan merah darahku Jakal, 5-5-2011 (2) Aku mengambang dalam kesunyian yang kuciptakan sen[...]

May 29th, 2011 - 16:14 § in Sastra

Doa

Di puncak gedung aku teriak, dan air mata menjelma kunang-kunang yang kesepian di lautan cahaya kota Diam-diam semuanya mendiam, mendengkur dalam malam terdalam Sudah kabari saja aku jika hujan datang malam ini, agar derai ini bisa tersamar oleh rinai Tak ada lengkung sempurna sang senyum, celoteh r[...]

April 16th, 2011 - 15:59 § in Sastra

Tentang Masa Muda

seteguk terakhir dari cangkir kopi dan ampasnya di bibirmu, mata-mata kita sembab, kau tahu. sebelum pagi, [...]