Home » Sastra » Cerpen

Cerpen

Panut

Waktu itu matahari tampak telah condong ke arah barat. Seperti biasanya saat jam pulang sekolah, gerbang depan SMA Nusantara tampak ramai. Tak jauh dari situ tiba-tiba terdengar suara yang memecah suasana. “Brrrrng, brrrrrng.” Suara tersebut berasal dari sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh dua siswa SLTA lain. Mereka berkendara melewati jalan di depan SMA Nusantara. “Woih, woih, gegembel woih!” teriak …

Read More »

Malam ke 1000 untuk Kunang-Kunang

“Aku merasa berdosa meninggalkan desa,” kata Si Baju Ungu. “Aku tidak. Merantau kan pilihan hidup kita,” Merah Muda menanggapi. “Tidakkah kau memikirkan kampung halamanmu, bila sewaktu-waktu kau diminta untuk pulang?” tanya Si Baju Ungu. “Tentu saja. Hanya orang egois yang lupa dengan kampung halamannya sendiri.” “Apa yang kamu persiapkan untuk kepulanganmu?” “Tidak tahu.” Dua wanita tanggung itu, yang disebut Si …

Read More »

Setelah Subuh

“Galau?” tanya Tuti. “Enggak,” jawabku. “Itu lagunya kok diputer terus?” Aku mengernyitkan dahi. kata orang rindu itu indah namun bagiku ini menyiksa sejenak kufikirkan untuk kubenci saja dirimu namun sulitku membenci… Denting-nya Melly mengalun begitu sendu, tapi aku enggak galau. Heran saja kalau Tuti barusan menanyakan. “Kamu galau?” tanyanya lagi. “Hih, enggak,” kataku. “Itu lho lagumu…” “Ya kenapa?” “Melow banget.” …

Read More »

Siapapun Itu, Sama Saja Untukku

Senja tahu, ada yang sedang menikmati keindahannya menyatu dengan samudera. Ia tau, sehingga ia tak lekas berpamitan. Ia tahu ada sepasang kupu-kupu tengah mengintipnya di balik kelopak bunga. Ia tahu, sehingga ia berlama pamerkan pesonanya. Sungguh indah kebersamaan sepasang insan yang tengah dimabuk cinta, berdua di tepi pantai kala senja. “Ica!” aku menoleh pada sosok apik di sampingku yang selalu …

Read More »

Obrolan Mahasiswa

Pukul 5 sore di tahun 2015, terdengar rintihan hujan bernyanyi di atas genteng kampus, ruang 2.12, sedang ada mata kuliah agama Katolik, dari Pak Yosef, tentang kehidupan berdampingan pluralisme, untuk saling menghargai antara umat beragama. Sesi berikut tentang gender, kesetaran antara laki-laki dan perempuan, dalam hidup sebagai mahluk sosial di alam ini. Saat keluar ruangan, ketika jam agama usai, rintihan …

Read More »