Home » Sastra » Cerpen

Cerpen

Dua Perempuan

Bukan hanya sekali perempuan tua itu membujuk Rima untuk segera melangsungkan pernikahan. Ia sudah berkali-kali memperkenalkan anak gadisnya ke teman-teman sepuhnya yang memiliki putra yang sudah dewasa. Dan beberapa kali pula Rima tak menganggap penting hal itu. Berkali-kali, ia seolah merasa bahwa Rima menyetujui perkenalan itu hanya sekedar untuk menyenangkan perasaannya saja, agar ia tak sakit hati. Sebenarnya ia bukan …

Read More »

Itulah Alasan Mengapa Kau Harus Hidup

Jerman, 17 Agustus 2017 Kau terjaga, menatap ke luar jendela. Matamu menatap pohon pinus kurus di pekarangan taman Obsevatorium La Silla. Kegelapan membuat pohon itu nampak kuat dan misterius. Pohon yang sudah berdiri sejak kapan, entah tahu. Tak ada yang menyadari keberadaannya. Tidak engkau, dan tidak pula orang lain. Pohon itu, agaknya cukup merasa nyaman hanya dipelihara oleh alam. Diruang …

Read More »

Bacalah, Hingga Kita Kembali

Lelaki tua itu berjalan perlahan. Gerobak yang ia bawa penuh dengan barang bekas dan juga beberapa plastik yang bisa dijual kembali kepada pengepul. Satu bungkus nasi, kretek, dan segelas kopi cukup untuk ia beli dengan barang-barang bekas itu. Terkadang, jika ia memilki lebih, ia akan tabungkan di celengan ayam bobroknya. Tempat tinggalnya tepat di samping kali, berderetan dengan ratusan orang …

Read More »

Balada Kepala Rumah Tangga

“Mau kubuatkan kopi?” Deni, sahabatku, bertanya. Akhirnya ada obrolan lagi setelah beberapa menit diisi kekosongan. “Tidak usah. Aku harus pergi,” jawabku menggeleng. Deni mendongak ke arah jendela. “Tapi di luar hujan. Entah berhenti saat kapan. Di sini saja dulu,” pintanya. Akhirnya kuurungkan niat tersebut setelah tadi bersiap-siap akan pulang ke rumah. Dan aku hampir lupa menyampaikan sesuatu padanya. Deni sahabatku …

Read More »

Wanita dan Kafe Seberang Taman Kota

Petang ini langit mendung. Padahal baru kemarin selesai musim kemarau. Berita dari televisi mengatakan bahwa hari ini kemungkinan akan turun hujan. Hari ini bisa jadi hari pertama turun hujan setelah sekian lama kemarau menjangkiti kota metropolitan ini. Wanita itu seperti biasa datang ke kafe seberang taman kota hanya di hari Sabtu petang, setelah mega matahari tak terlihat lagi. Ia tinggi …

Read More »