TweetSemacam Filantropi Kubenamkan matamu Pada hikayat-hikayat malam Aku lihat wajahku di cerlang matamu Aku lihat dirimu berliku memanah sesal Mengibaskan luka yang begitu dalam Merindukan tiap gug...
Read More →Tweetbercak tinta di ujung jariku, ludmilla, dan kau memintaku menggubah sajak tentang kita. ah, pertemuan kita baru sekerjap saja. perkenalan di pangkal pikiran yang rumit, lalu buru-buru kutafsirkan...
Read More →Tweet(1) Aku mengapungkan sunyi pada cangkir kopi sisa semalam. Dan aku mengendapkan derai dalam rinai hujan sore ini. Aneh, guguran salju pagi tadi berwarna merah, membuat mawar berwajah sayu. Mawar,...
Read More →TweetDi puncak gedung aku teriak, dan air mata menjelma kunang-kunang yang kesepian di lautan cahaya kota Diam-diam semuanya mendiam, mendengkur dalam malam terdalam Sudah kabari saja aku jika hujan d...
Read More →Tweetseteguk terakhir dari cangkir kopi dan ampasnya di bibirmu, mata-mata kita sembab, kau tahu. sebelum pagi, pelan-pelan kuhitung bisu waktu. ada sketsa yang tak pernah tuntas pada malam-malam begi...
Read More →TweetDulu kubilang katakan bila memang dia istimewa, Sebelum dia jauh darimu Karena mungkin kau takkan Temukan yang istimewa lagi untukmu Kubalas pagi ini dengan puisi Sebait yang teringat semalam Men...
Read More →TweetKutapaki pintu masuk itu Kuhadapi jarum waktu yang mengutuk Bersambut satu demi satu Kau ucapkan bentangkan esokku Disambut oleh dentangan jarum yang Menitikkan setetes risau di kedalaman ruang ...
Read More →© 2012 Lembaga Pers Mahasiswa EKSPRESI | All rights reserved





