Home » Sastra (page 20)

Sastra

Jejak

Oleh: Aufannuha Ihsani : p.s.w. kemudian kaususuri jejak-jejak jauh ke muasal, diri yang mana yang tinggal dan tertanam : tanah, barangkali penanda di mana hatimu tertambat sementara. silsilah-silsilah tua, luka dari hulu yang muskil memuara. matamu daun bambu, dihembus ragu dibasuh kenangan yang sengaja. satu-dua anak-anak hawa pergi tanpa pamit ribuan mil ke ujung benua, mampir. sebentar lalu melayari samudra. …

Read More »

Stalingrad

Oleh: Aufannuha Ihsani Jika surat ini tak pernah sampai padamu, akan kukekalkan waktu. Kuminta kau untuk menghujat laknat mereka pada sesiapa mungkin juga pada tuhan yang tak ada. Kematian, runcing terhunus ke jantungku, dari salju atau mata-mata tajam penembak jitu. gigil ini sepi. Kuigaukan bethoven, mungkin mozart, tapi kokleaku menangkap desing mortar yang lebih merdu daripada kebosanan stasiun atau ruang …

Read More »

Malam Tak Bergairah

Oleh: Taufik Nurhidayat Kucing lapar matanya mengolok-olok keraguanku Bintang-bintang liar kemana perginya Tembok tua kaku diam tiada berkata Aku sepi aku bungkam, mengadu pada hati Pentas malam tiada berkarya Kucing lapar itu, hanya biarkan tikus permisi dihadapan mata liarnya Anjing jalan itu, kali ini tak menyalak, saat ini tak mengajak tikai pada kucing Bukan berarti mereka damai Anjing, kucing, tikus …

Read More »

Sangat

Oleh: Jaka Hendra Baittri Hold me, You shall never ever shee me Blankets will notn hesitate me Flowers shan’t even wake (Glow by Frau) Lani, aku akan tetap menuliskan puisi untukmu. Karena aku merindukanmu. Jangan bersabar dalam keragu-raguan. Aku sangat merindukanmu. Setiap pagi seperti nyanyian yang menyuruhku kembali ke Yogyakarta. Setiap malam seperti lolongan anjing yang mencoba memanggil bulan untuk …

Read More »