Home » Sastra (page 3)

Sastra

Setelah Subuh

“Galau?” tanya Tuti. “Enggak,” jawabku. “Itu lagunya kok diputer terus?” Aku mengernyitkan dahi. kata orang rindu itu indah namun bagiku ini menyiksa sejenak kufikirkan untuk kubenci saja dirimu namun sulitku membenci… Denting-nya Melly mengalun begitu sendu, tapi aku enggak galau. Heran saja kalau Tuti barusan menanyakan. “Kamu galau?” tanyanya lagi. “Hih, enggak,” kataku. “Itu lho lagumu…” “Ya kenapa?” “Melow banget.” …

Read More »

Orbit

Saat telah bersama mengapa tak kau berikan Ribuan perhatianmu padaku, yang bisa membuatku tersipu Malah kau abaikan aku, menganggapku tak ada dihadapanmu Saat telah bersama, mengapa tak kau berikan Limpahan kasih sayangmu padaku, yang selalu kurindu setiap waktu Malah kau tak hiraukanku , tak pernah tanya perasaanku Saat telah bersama, mengapa tak kau berikan Ratusan kata-kata indah, yang bisa membuatku …

Read More »

Kembali

Di selasar masjid, ubin-ubin retak menjerit bersahutan Pada tapak kaki sang peronta yang basah bersimbah darah Sumpah serapah bilik kacaukan gemuruh tikar Juga rak-rak yang ikut gaduh padahal yang punya mengaduh Malam kian sunyi, yang menjerit berganti sepi Yang gemuruh makin meresapi, menelusup cahaya temaram palung hati Tunduk kepala carikan maafnya tak kalah ruah samudera Maka bergetar arasy terima perintah …

Read More »

Siapapun Itu, Sama Saja Untukku

Senja tahu, ada yang sedang menikmati keindahannya menyatu dengan samudera. Ia tau, sehingga ia tak lekas berpamitan. Ia tahu ada sepasang kupu-kupu tengah mengintipnya di balik kelopak bunga. Ia tahu, sehingga ia berlama pamerkan pesonanya. Sungguh indah kebersamaan sepasang insan yang tengah dimabuk cinta, berdua di tepi pantai kala senja. “Ica!” aku menoleh pada sosok apik di sampingku yang selalu …

Read More »

Obrolan Mahasiswa

Pukul 5 sore di tahun 2015, terdengar rintihan hujan bernyanyi di atas genteng kampus, ruang 2.12, sedang ada mata kuliah agama Katolik, dari Pak Yosef, tentang kehidupan berdampingan pluralisme, untuk saling menghargai antara umat beragama. Sesi berikut tentang gender, kesetaran antara laki-laki dan perempuan, dalam hidup sebagai mahluk sosial di alam ini. Saat keluar ruangan, ketika jam agama usai, rintihan …

Read More »