Home » Sastra (page 5)

Sastra

Di Suatu Sore yang Dingin

Mungkin benar, perlu biaya besar untuk mengucap sayang di waktu malam hari kau di sampingku. Ketika itu kusadar akan keberadaanku sebagai siapa, dan juga waktu perkenalan yang sebentar itu cukup menjelaskan mengapa kau menganggap hal-hal yang terlewati adalah biasa dan wajar. Jangankan bersama orang lain, ketika kuketahui kau menyapa pacarmu dengan manis, aku tidak rela. Dengan senangnya kau bercerita sehabis …

Read More »

Gara-Gara Bunga

Dulu pernah aku bermimpi untuk bepergian ke luar negeri karena melihat film televisi Eiffel I’m in Love yang dimainkan Sandy Aulia dan Samuel Rizal. Nuansa romantis dibalut pemandangan Paris itu terasa mengena padaku, apalagi saat berciuman di bawah Menara Eiffel malam itu. Begitu pula dalam film Heavenly Forest, walau pun endingnya sedih, film itu juga mengambil tempat di New York …

Read More »

Pulang

Tiap kali aku melewati persawahan dan desa-desa pelosok pada sore hingga malam hari, selalu aku melihat orang sedang bekerja, dan ada juga yang bermain-main saja, berlalu-lintas, mondar-mandir, dan sekedar membeli sesuatu. Akan tetapi yang paling manis adalah melihat orang-orang bercengkerama. Aku hanya menyaksikan semua itu melalui jendela kereta api sewaktu menuju ke arah timur. Menghirup udara kampung halaman malam-malam, duduk …

Read More »

Topeng Monyet

Siang itu terasa terik sekali. Akan tetapi Ucil tetap tak beranjak dari muka aspal yang panasnya bagai membakar telapak kaki itu. Ia tampak tetap sibuk memainkan beberapa alat pertunjukan sederhana yang dibawa oleh seseorang yang duduk tak jauh dari tempat Ucil beraksi. Ucil beraksi dengan sangat lincah. Sesekali ia memainkan egrang kecil yang terbuat dari bambu. Sesekali ia mengenakan topeng …

Read More »

Café Gila

Aku terduduk dan merenung di sebuah café kecil. Awalnya café itu sepi, hanya akulah satu-satunya pengunjung kala itu. Aku sangat menikmati suasana itu, suasana yang serba hijau. Aku duduk di pojokan paling depan dan tepat di sampingku terhampar sehektar sawah. Sawah yang penuh dengan padi yang masih hijau. Beberapa kendaraan berlalu-lalang di depan café. Lama aku menatap langit, langit biru …

Read More »