Home » Sastra » Puisi

Puisi

Kerinduan Anakmu, Sayang

  Wajahmu memang tak asing, sayang. Ketika paku menjatuhkan runcingnya untukmu, sebuah pilihan. Yang terjadi hanya beribu berita pencintraan, demi kemenangan. Kemudian datanglah berbagai cerita Berbagai peristiwa Juga serangkaian pertikaian kata-kata. Sekali lagi Demi kemenangan sayang. Demi mewakilimu di kancah kepemimpinan. Demi itu pula rela memecah belah anak-anakmu, sayang. Wajah bertopeng mulai berkeliara. Mengelabui anak-anakmu yang masih awam. Hingga mereka …

Read More »

Orbit

Saat telah bersama mengapa tak kau berikan Ribuan perhatianmu padaku, yang bisa membuatku tersipu Malah kau abaikan aku, menganggapku tak ada dihadapanmu Saat telah bersama, mengapa tak kau berikan Limpahan kasih sayangmu padaku, yang selalu kurindu setiap waktu Malah kau tak hiraukanku , tak pernah tanya perasaanku Saat telah bersama, mengapa tak kau berikan Ratusan kata-kata indah, yang bisa membuatku …

Read More »

Kembali

Di selasar masjid, ubin-ubin retak menjerit bersahutan Pada tapak kaki sang peronta yang basah bersimbah darah Sumpah serapah bilik kacaukan gemuruh tikar Juga rak-rak yang ikut gaduh padahal yang punya mengaduh Malam kian sunyi, yang menjerit berganti sepi Yang gemuruh makin meresapi, menelusup cahaya temaram palung hati Tunduk kepala carikan maafnya tak kalah ruah samudera Maka bergetar arasy terima perintah …

Read More »

Terakhir

Kukira, ini terakhir kali. Bayang-bayang abadi, katamu Tak lama dikenang. Cerita berangsur memucat Menunggu kelanjutan yang tersirat. Menghabiskan usia Itukah mengapa, kubilang. Cinta barangkali tinggal kerangka   Tapi masih entah. Pada satu waktu kau berbalik arah Di sana tak ada apa yang kau cari. Terkatung kalimat berbulan-bertahun Para pendongeng menggamit cerita. Aku mimpikan Mengapa tidak berlari saja. Dalam pagi yang …

Read More »

Kesalahan

Merenung adalah kesalahan, kata Johanna Mesti berlumpur, turun ke jalan. Seperti tak berpengetahuan bila nangkup di pikiran Obrolan menguap. Nggantung, menjajakan harapan Bagaimana kau mengartikan hujan Keburu lari, basahnya tak kau sentuh sama sekali?   Di samping malam. Angin-angin nampak Menggigil geli atas sentuhan Kau ucap tak berarti?   Kadang, Johanna Aku tak peduli pada apa-apa yang membelai Pinggiran cukup …

Read More »